MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sirah Nabawiyah: Kapan Nabi Muhammad saw Lahir?

Kelahiran Nabi Muhammad saw merupakan awal perubahan sejarah peradaban manusia. Masa kehidupan sebelum lahir Nabi Muhammad saw dikenal jahiliah dan banyak pelanggaran hak asasi manusia yang dilegalkan atas nama otoritas bangsawan dan penguasa. Nabi Muhammad saw sejak masa kecil hingga menjelang pengangkatannya menjadi Nabi dan Rasul menyaksikan kebejadan moral dan hancurnya nilai-nilai kemanusiaan sehingga Nabi berupaya untuk mengubahnya dengan menyempurnakan akhlak dan menyadarkan pentingnya nilai-nilai Islami dalam kehidupan di dunia.

Dalam buku-buku sirah nabawiyyah terdapat dua versi tanggal mengenai lahirnya Nabi Muhammad saw, yaitu 12 dan 17. Tanggal 12 didasarkan pada keterangan ahli sejarah Al-Mas’udi dan Syaikh Kulaini yang bertepatan hari ahad (minggu). Lalu, kenapa ada yang menyebutkan hari senin? Kemungkinan merujuk pada hadis Nabi yang memerintahkan puasa senin dan kamis dengan menyebutkan Nabi lahir pada hari tersebut.

Yang menyebutkan Muhammad bin Abdullah lahir tanggal 17 hari Jumat saat fajar terbit merujuk Syaikh Abbas Al-Qummi dan Syaikh Ath-Thusi menyebut malam 17 Rabiul Awwal (lihat Kitab Mafatihul Jinan, jilid 2, halaman 392) yang berumber dari Keluarga Nabi (Ahlulbait).

Secara akal sehat dapat dipahami bahwa yang mengetahui lahir seorang anak adalah orangtua dan keluarga terdekatnya. Berkaitan dengan informasi kelahiran seseorang, pasti orang yang berpikiran sehat akan lebih percaya kepada keluarga yang melahirkan dari pada orang lain.

Meski beda, tetapi ulama dan ahli sejarah dari mazhab Ahlussunnah dan Ahlulbait sepakat bahwa Nabi akhir zaman lahir pada Rabiul Awwal tahun gajah atau 570 Masehi.

Disebut tahun gajah karena pada masa itu telah terjadi pasukan Abrahah yang menunggang gajah hendak menghancurkan Ka’bah (Baitullah). Mereka juga sepakat Muhammad saw adalah putra dari Abdullah dan Aminah serta berasal dari keturunan Nabi Ibrahim as dari jalur Nabi Ismail as. Sepakat juga tentang tempat lahirnya di kaki Gunung Qubaisyi, daerah Suqullail, kota Makkah.

Dalam penanggalan kalender Masehi, ahli sejarah dari India Dr.Maulana Wahiduddin Khan dalam buku Muhammad: Nabi untuk Semua (Jakarta: Alvabet, 2005, halaman 21) menyebutkan Muhammad bin Abullah lahir pada 22 April 570 dan wafat 8 Juni 632 Masehi.

Persoalan lain berkenaan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad saw ini tentang perayaan. Ada yang mengatakan bid'ah karena Nabi tidak melakukannya. Meski tidak melakukan perayaan maulid, Nabi gembira dengan kelahiran putrinya: Sayidah Fatimah. Juga dengan kelahiran Sayid Hasan dan Sayid Husein. Kegembiraan Nabi dengan kelahiran mereka menjadi tanda kesetujuan Nabi dengan bentuk perayaan kelahiran sebagai bentuk cinta.

Saya sebagai umat Nabi harus gembira dengan kelahiran Nabi. Kegembiraan ini layak dirayakan dengan mengulas kembali perjalanan hidup Nabi, membaca sirah nabawiyah, melantukan shalawat, dan mentaati sekaligus meneladaninya.

Bahkan, sangat pantas dirayakan secara jamaah karena Nabi Muhammad saw milik seluruh umat Islam. Karena itu, maulid Nabi layak untuk tetap dirayakan setiap masanya. Dan, kelak maulid Nabi ini sebagai saksi cinta kepada Baginda Nabi Muhammad saw. *** 

(Ahmad Sahidin, alumni UIN Bandung)

Sat, 10 Nov 2018 @19:30

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved