MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Membaca Buku Terjemahan Sirah Ibnu Hisyam

 

Beberapa waktu yang lalu, saya belanja buku. Buku yang dibeli untuk kebutuhan kuliah. Awalnya saya cari di Palasari, kawasan Buah Batu dan jalan Banteng Bandung. Saya tanya ke setiap toko yang ada di Palasari. Ternyata lagi kosong. 

Saya kemudian pergi ke Otista. Di sana menuju toko buku terkenal. Lagi tutup. Bergerak lagi ke toko lain yang tidak jauh dari toko kitab yang terkenal. Di sana masih buka meski adzan dzuhur kumadang. Biasanya langsung tutup toko kalau adzan sedang dikumandangkan.

Saya tanya. Ternyata ada. Harganya luar biasa, mendekati dua ratus ribu rupiah untuk dua buku terjemahan Sirah Ibnu Hisyam. Kemudian saya beli satu buku lagi tentang historiografi Islam. Harganya juga mendekati lima puluh ribu rupiah. Buku ini juga termasuk terjemahan. Saya cari yang ditulis sejarawan Indonesia, ternyata tidak ada. Lagi kosong. 

Sambil membawa pulang buku yang sudah dibeli, saya sedikit ngedumel. Pasalnya karena harganya mahal. Kalau murah mungkin bisa beli lagi buku tentang Sirah Nabawiyah yang ditulis Fethullah Ghulen. Saya lihat terpampang dan bisa untuk melengkapi kajian saya tentang historiografi. Karena uangnya tidak cukup sehingga tak terbawa pulang. Coba kalau bisa ngutang, mungkin terbawa. Sayangnya di toko tersebut tak bisa utang dan memang tak ada ruang untuk utang.

Harga-harga buku di atas (sungguh) tidak bersahabat untuk seorang mahasiswa yang pas-pasan seperti saya ini. Betul-betul menguras uang saku. Karena lagi butuh sehingga untuk kebutuhan dapur harus dikerat dan dipotong dengan maksimal. Istri saya pun memahaminya ketika saya bilang ada yang harus dibeli.

Setelah saya bawa ke rumah, ternyata buku Sirah Ibnu Hisyam itu diterjemahkan oleh seseorang yang bergelar lc (biasanya lulusan Mesir) dan penerbitnya Darul Falah. Saya mengetahui penerbit ini cenderung pada Wahabisme. Karena itu, ketika saya pegang buku Sirah Ibnu Hisyam, saya agak curiga dengan isi bukunya: jangan-jangan sudah banyak dihilangkan dari hal-hal yang tak mendukung mazhab Wahabi? 

Setelah saya lihat dari halaman dan daftar isi, saya tidak temukan peristiwa ghadir khum, peristiwa dakwah kepada kerabat Nabi, tidak ada kejadian diutusnya pasukan Usamah untuk perang saat Nabi dalam keadaan sakit, dan tidak ada peristiwa malam sepulang dari perang tabuk. Itu baru saya lihat sekilas. Nanti akan saya cek di buku aslinya. Tentu harus dibandingkan dengan buku Ibnu Hisyam yang diterbitkan dari tahun ke tahunnya. *** (ahmad sahidin, alumni uin sgd bandung)

 

 

Fri, 23 Nov 2018 @19:48

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved