Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Untuk Memahami Filsafat, Ibnu Sina Empat Puluh Kali Membaca Buku

image

Ibnu Sina adalah model ulama dan intelektual Muslim yang menginspirasi dalam budaya akademis. Ibnu Sina tumbuh dalam tradisi Islam mazhab Syiah Ismailiyah yang rasional dalam memahami ajaran agama Islam.

​Sejak kecil Ibnu Sina terbiasa dengan menyimak diskusi filsafat, logika, dan teologi yang dibahas di rumahnya bersama ayah dan ulama-ulama yang diundang untuk mengajarinya.

Selain ilmu-ilmu Islam yang dipelajari, sejak kecil Ibnu Sina belajar matematika, astronomi,  pengobatan, dan cara berdagang. Sehari-hari Ibnu Sina menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku, belajar dari para ulama, berdiskusi dengan orang-orang, dan menuliskan pemikiran-pemikirannya hingga menjadi buku.

Pernah suatu hari Ibnu Sina merasa sulit memahami buku filsafat Yunani yang sudah dibacanya empat puluh kali sampai hafal halaman dan isinya. Namun, tetap saja Ibnu Sina tidak bisa memahaminya malah merasa pusing. Kemudian masuk masjid, shalat dan berdoa meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dalam memahami filsafat.

Diceritakan Ibnu Sina berjalan-jalan di pasar. Ibnu Sina bertemu dengan seorang penjual buku. Kepadanya ditawarkan buku yang murah, tetapi dari penampilannya tidak menarik. Karena pedagang buku itu terus merajuk maka Ibnu Sina pun membelinya dengan harga murah.

Setiba di rumah, Ibnu Sina membuka halaman demi halaman. Kemudian membacanya dengan serius. Selesai membaca, Ibnu Sina langsung bersedekah pada orang-orang miskin yang terdekat. Hal itu dilakukan karena dari buku yang murah itu Ibnu Sina bisa memahami filsafat Yunani yang awalnnya sulit dimengerti. Dalam sebuah kajian di kampus UIN Bandung, ternyata buku yang dibaca Ibnu Sina adalah komentar dari Abu Nasr Al-Farabi tentang filsafat Yunani.

Dari pengalaman Ibnu Sina di atas bisa disimpulkan bahwa seorang mahasiswa atau pelajar selayaknya terus belajar dengan sungguh-sungguh. Seandainya tidak paham dengan ilmu yang dipelajarinya, minta kepada Allah untuk diberi jalan agar mudah memahaminya. Kemudian jika sudah merasa paham dan mengerti atau mendapatkan pencerahan atas proses belajar maka segera bersyukur atas nikmat ilmu yang didapat melalui sedekah dan memberi bantuan pada orang yang membutuhkan uluran tangan kita. *** (ahmad sahidin)

Tue, 1 Jan 2019 @13:26

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved