Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Alaihissalam untuk Imam Ali as (bagian 2) [by Muhammad Bhagas]

image

Argumen Kedua: Tinjauan Kitab Tafsir dan Qira'at

 Allah SWT berfirman: 

سَلامٌ عَلَى إِلْيَاسِينَ

Salam sejahtera kepada Ilyas (QS. Al-Shaffat: 130). 

Mengenai ayat ini, ada perbedaan qira'at di kalangan para ulama. Untuk mempersingkat, saya kutipkan sesuai keperluan. Dalam kitab Jami' al-Bayan 'An Ay al-Qur'an juz 19, halaman 620-621, al-Thabari berkata: 

وقرأ ذلك عامة قراء المدينة (سلام على آل ياسين) بقطع آل من ياسين، فكان بعضهم يتأول ذلك بمعنى: سلام على آل محمد

“Pada umumnya para ahli qira'at dari Madinah membaca ayat tersebut dengan cara memisahkan lafazh Aal dengan lafazh Yaasiin sehingga menjadi salaamun 'alaa Aali Yaasiin. Lalu sebagian mereka menta'wilkan ayat tersebut dengan makna: Salaamun 'alaa Aali Muhammad (salam sejahtera kepada keluarga Muhammad)”. 

Adanya qira'ah dengan makna seperti itu di kalangan ulama juga dicatat oleh Ibnu Katsir di Tafsir al-Qur'an al-'Azhim juz 7, halaman 37, Ibnu al-Ha'im di al-Tibyan fi Tafsir Gharib al-Qur'an halaman 277, al-Razi di Mafatih al-Ghaib juz 26, halaman 162, al-Samarqani di Bahr al-'Ulum juz 3, halaman 123 dan kitab-kitab tafsir Sunni yang lain. Di kitab al-Sab'ah fi al-Qira'at halaman 549, Ibnu Mujahid mencatat bahwa dua imam qira'at yang disepakati, Nafi' dan Ibnu 'Amir, membacanya salaamun 'alaa Aali Yaasiin.  Oh ya, bukan hanya para ahli qira'at yang menafsirkannya sebagai keluarga Nabi Muhammad SAW. Setelah menyebutkan bacaan surah al-Shaffat ayat 130, Mulla 'Ali al-Qari mengakui: 

فقد قال بعض المفسرين معناه آل محمد صلى الله تعالى عليه (وآله) وسلم

“Sebagian para ahli tafsir berkata: makna ayat tersebut adalah keluarga Muhammad SAW” (Syarh al-Syifa' juz 1, halaman 83).

Seorang di antara para ahli tafsir tersebut ialah sahabat Nabi SAW. Sebagaimana diakui al-Mawardi di al-Nukat wa al-'Uyun juz 5, halaman 65: 

ومن قرأ آل ياسين ففي قراءته وجهان: 

 أحدهما أنهم آل محمد صلى الله عليه (وآله) وسلم، قاله ابن عباس

 “Dan siapa pun membaca Aali Yaasiin, pada bacaan tersebut ada dua pendapat. Yang pertama, mereka adalah keluarga Muhammad SAW, inilah pendapat Ibnu 'Abbas (ra)”. 

Menariknya, selain bacaan Ibnu 'Abbas ra, di kitab-kitab Sunni juga tercatat bacaan para Imam Ahlul Bait as. Guru besar qira'at yang sangat masyhur, Ibnu al-Jazari, di kitab Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra' juz 1, halaman 179، mengisahkan bahwa bacaan Hamzah tidak menyelisih bacaan Imam Ja'far al-Shadiq as kecuali pada 10 “tempat”, salah satunya adalah Imam as membaca surah al-Shaffat ayat 130 dengan memisahkan lafazh ال dengan ياسين, sedangkan Hamzah tidak. Guru Ibnu al-Jazari, 'Abdul Wahab bin Sallar, mencatat versi kisahnya yang lebih lengkap di Thabaqat al-Qurra' al-Sab'ah wa Dzikri Manaqibihim wa Qira'atihim halaman 94. Menurut versi yang lebih tua, Imam Ja'far al-Shadiq as juga berkata kepada Hamzah: 

وهم آل محمد 

 “Dan merekalah keluarga Muhammad (SAW)”. 

Setelah menyampaikan semua perbedaan bacaannya dengan Hamzah, Imam as menegaskan: هكذا قراءة علي بن أبي طالب... (beginilah bacaan Imam 'Ali bin Abi Thalib as). Qira'ah dan makna yang ditemukan di kitab-kitab Sunni tersebut justru sejalan dengan hadits-hadits di kitab-kitab Syi'ah. Dalam kitab Amali halaman 340, Syaikh Shaduq meriwayatkan hadits dari Imam Ja'far al-Shadiq as dengan sanad yang terhubung pada Imam 'Ali as: 

ياسين محمد (صلى الله عليه وآله)، ونحن آل ياسين

 “Yaasiin adalah Muhammad SAW dan kamilah yang dimaksud Aaali Yaasiin” (majelis 72, no. 1). 

Hadits semakna juga disampaikan oleh Imam 'Ali al-Ridha as ketika berhujjah di majelis al-Ma'mun yang juga dihadiri para ulama Iraq dan ulama Khurasan. Saat itu Imam as menjelaskan ayat-ayat tentang keutamaan Ahlul Bait as, kemudian sampailah pada makna ayat yang dibahas kali ini: 

يعني آل محمد صلوات الله عليهم

 “Yang dimaksud adalah keluarga Muhammad shalawatullah 'alaihim” ('Uyun Akhbar al-Ridha juz 1, halaman 214). 

Syaikh Muhammad Ashif Muhsini menilai sanad hadits tersebut kuat di kitab Masyra'ah Bihar al-Anwar juz 1, halaman 456. Begitu pula Syaikh 'Ammar al-Fahdawi di al-Mu'tabar min Bihar al-Anwar juz 1, halaman 395-405. Hadits-hadits inilah yang dipegang teguh oleh para pecinta dan pengikut Ahlul Bait as sepanjang sejarah. Tak sedikit pun ada keraguan padanya. Nah, kembali ke pertanyaan Pak K. Penjelasan di atas membuktikan yang dimaksud ayat 130 adalah salam untuk keluarga Nabi Muhammad SAW. Imam 'Ali bin Abi Thalib as bagian dari keluarga suci Nabi SAW. Berarti salam Allah SWT tertuju pula untuk Imam as. Dengan demikian, setiap kali kita mengucap salam untuk Imam as, setiap itu pula kita meneladaniNya sesuai firman suciNya.  

Semoga keberkahan senantiasa diluaskan. Teriring doa untuk saudara-saudara kita, juga yang mendahului kita di alam barzakh. Terima kasih. 

Allahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaa Sayyidinaa Muhammad wa Aali Sayyidinaa Muhammad war zuqnaa fid dunyaa ziyaaratahum wa fil aakhirati syafaa'atahum wa 'ajjil fii zhuhuuri maulaanaa shaahibil 'ashri waz zaman. Selalu bershalawat! (tamat) 

 

Referensi

Jalal al-Din 'Abd al-Rahman bin Abi Bakr al-Suyuthi, al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, tahqiq: Markaz al-Dirasat al-Qur'aniyyah (Madinah: Mujamma' al-Malik Fahd li Thaba'ah al-Mushhaf al-Syarif, 1426 H), hal. 1491. 

Sulaiman bin Ahmad al-Thabrani, al-Mu'jam al-Ausath, tahqiq: Thariq bin 'Iwadhullah bin Muhammad dan 'Abdul Muhsin bin Ibrahim al-Husaini (Kairo: Dar al-Haramain, 1415 H/1995 M), juz 4, hal. 9-10, no. 3478.

Muhammad bin 'Abdurrahman al-Sakhawi, al-Buldaniyyat, tahqiq: Husam bin Muhammad al-Qaththan, cet. 1 (Riyadh: Dar al-Atha', 1422 H/2001 M), hal. 187 dan 189, no. 29.

Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jami' al-Bayan 'An Ta'wil Ay al-Qur'an, tahqiq: 'Abdullah bin 'Abdul Muhsin al-Turki, cet. 1 (Kairo: Hijr lil Thaba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi' wa al-I'lan, 1422 H/2001 M), juz 19, hal. 620-621.

Isma'il bin 'Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqi, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, tahqiq: Sami bin Muhammad al-Salamah, cet. 2 (Riyadh: Dar al-Thibah lil Nasyr wa al-Tauzi', 1420 H/1999 M), juz 7, hal. 37.

Ahmad bin Muhammad bin 'Imad (Ibn al-Ha'im), al-Tibyan fi Tafsir Gharib al-Qur'an, tahqiq: Dhahi 'Abdul Baqi Muhammad, cet. 1 (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 2003 M), hal. 277.

Muhammad al-Razi bin 'Umar, Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib), cet. 1 (Beirut: Dar al-Fikr lil Thaba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 1401 H/1981 M), juz 26, hal. 162. 

Nashr bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim al-Samarqani, Bahr al-'Ulum, tahqiq dan ta'liq: 'Ali Muhammad Mu'awwadh, 'Adil Ahmad 'Abdul Maujud dan Zakaria 'Abdul Majid al-Nuri, cet. 1 (Beirut: Dar Kutub al-'Ilmiyyah, 1993 H/1413 M), juz 3, hal. 123.

Ibnu Mujahid, al-Sab'ah fi al-Qira'at, tahqiq: Syauqi Dhaif (Kairo: Dar al-Ma'arif, t.th.), hal. 549, no. 11.

Mulla 'Ali al-Qari al-Harawi al-Hanafi, Syarh al-Syifa, tashhih: 'Abdullah Muhammad al-Khalil, cet. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1421 H/2001 M), juz 1, hal. 83.

'Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi al-Bashri, al-Nukat wa al-'Uyun, ta'liq: al-Sayyid bin 'Abdul Maqshud bin 'Abdul Rahim (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah dan Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyah, t.th.), juz 5, hal. 65.

Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin 'Ali (Ibn al-Jazari) al-Dimasyqi al-Syafi'i, Ghayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra', tahqiq: Gotthelf Bergstässer, cet. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1427 H/2006 M), juz 1, hal. 179, no. 904.

'Abdul Wahab bin Sallar, Thabaqat al-Qurra' al-Sab'ah wa Dzikri Manaqibihim wa Qira'atihim, tahqiq: Ahmad bin Mugammad 'Azzuz, cet. 1 (Beirut: Maktabah al-'Ashriyyah, 1423 H/2003 M), hal. 94.

Muhammad bin 'Ali bin al-Husain bin Babawaih al-Qummi, Amali, taqdim: Husain al-A'lami, cet. 1 (Beirut: Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1430 H/2009 M), hal. 340, no.1.

Muhammad bin 'Ali bin al-Husain bin Babawaih al-Qummi, 'Uyun Akhbar al-Ridha, cet. 1 (Qum: Intisyarat al-Syarif al-Radhi, 1378 HQ), juz 1, hal. 214, no. 1.

Muhammad Ashif Muhsini, Masyra'ah Bihar al-Anwar, cet. 2 (Beirut: Muassasah al-'Arif lil Mathbu'at, 1426 H/2005 M), juz 1, hal. 456.

'Ammar al-Fahdawi, al-Mu'tabar min Bihar al-Anwar, muraja'ah: Haidar Hubbullah, cet. 1 (Beirut: Dar al-Mahajjah al-Baidha', 1437 H/2016 M), juz 1, hal. 402, no. 674.

 

PENULIS: Muhammad Bhagas adalah peminat kajian Sunni dan Syiah

Fri, 18 Jan 2019 @15:12

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved