Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kesesatan Sunni Syiah: Respon atas Polemik di Harian Republika

image

Penulis : Muhammad Babul Ulum

Judul : Kesesatan Sunni Syiah: Respon atas Polemik di Harian Republika

Penerbit : Aksara Pustaka (Jakarta)

Tahun : Januari 2013

 

BERDIRINYA Republik Islam Iran membawa angin segar buat para pecinta Ahlulbait di Indonesia. Para pecinta Ahlulbait yang dahulu berada dalam lorong-lorong sepi kini mulai menampakan dirinya dalam bentuk organisasi dan lembaga kajian Islam. Meski pemerintah mengesahkan secara administrative, tetapi tetap saja masih ada orang-orang yang enggan menerima kehadiran mereka. Alasannya beragam: mulai dari yang menyebutkan akidah yang berbeda sampai mengatakan di luar Islam.

Mereka kemudian melakukan hasutan dan ceramah yang berupaya menyingkirkan Syiah di Indonesia. Bahkan, tidak segan-segan menyebut pengikut Syiah sebagai sesat dan kafir. Padahal, ulama dan cendekiawan Islam di seluruh dunia sepakat bahwa Syiah merupakan mazhab yang sah dalam Islam. Juga diakui oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH.Umar Shihab sebagai mazhab Islam.

Orang-orang yang kurang paham mudah terpengaruh. Apalagi yang menyerunya panutan masyarakat seperti MUI Jawa Timur dan segelintir orang di MUI Pusat. Karena itu, kasus pembakaran rumah dan pesantren di Sampang Madura sampai menelan korban bukti dari mudahnya dihasut dengan informasi yang tidak berdasarkan sumber yang benar. 

Sampai sekarang di dunia maya banyak blog dan situs yang memuat tulisan yang mencitrakan mazhab Syiah sebagai sesat dan menyimpang. Tidak sedikit yang coba berupaya menerangkan dengan sumber yang benar. Puncaknya dialog dalam Harian Umum Republika diawali tulisan Ma’ruf Amin dari MUI Jakarta yang mendukung fatwa lokal di Jawa Timur. Lalu, direspons oleh Jalaluddin Rakhmat dari IJABI dengan seabreg argumen dari ulama-ulama terdahulu dan pernyataan sejumlah ulama yang tergabung dalam deklarasi Bogor, Makkah, dan Risalah Amman, yang menyatakan Syiah bagian dari Islam.

Kemudian muncul “serangan” dari pendukung Ma’ruf Amin, yaitu Teungku Zulkarnain dan Muhammad Baharun. Mungkin khawatir semakin panas, Republika menurunkan tulisan terakhir dari Haidar Bagir dari ICAS Jakarta dan menutup dialog.

Tentunya dialog yang buntung itu mengundang sejumlah respon yang berbeda. Mungkin ada yang tidak peduli bagaimana kelanjutannya. Juga ada yang merasa perlu untuk memberikan jawaban terhadap pihak-pihak yang mencitrakan Syiah sebagai sesat. Dalam hal ini, sosok Muhammad Bahrul Ulum termasuk yang menjawab. Babul Ulum dengan bukunya yang berjudul Kesesatan Sunni Syiah mencoba melanjutkan dialog dan menanggapi tuduhan dan fitnah buruk yang selalu dialamatkan kepada Syiah dan pengikutnya.

Kalau membaca judulnya, jelas provokatif. Apalagi dengan penulisnya seorang alumni Pesantren Gontor yang menyelesaikan sarjana dari jurusan Perbandingan Mazhab ISID, master dari Pascasarjana UIN Bandung, dan  program doktor bidang agama Islam di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. 

Dengan kemampuan bahasa Arab dan penguasaan ilmu-ilmu Islam yang ditekuni sejak kecil sampai sekarang maka tidak disangsikan kalau Babul Ulum merespon sekaligus menjawab segala tudingan dan fitnah yang dialamatkan kepada Syiah.

Selain berupaya menjelaskan yang belum jelas, Babul Ulum juga mengajak orang untuk memahami perbedaan dengan lapang dada dan bukan dengan busung dada.

Penulisnya dalam pengantar menerangkan bahwa ia mencoba merespon permasalahan yang disalahpahami selama ini oleh orang-orang yang tidak mengerti mazhab Syiah. Babul Ulum dengan piawai menguraikan masalah dan menyajikan jawaban-jawaban serta kesalahan penyimpulan dari orang-orang terlibat dalam polemik Sunni-Syiah dan fatwa penyesatan di Republika.

Bagian lain buku ini juga berisi tanggapan untuk kesalahan-kesalahan informasi dalam Majalah Gontor edisi Maret 2012 yang menguraikan tentang Syiah dan gerakannya di Indonesia. Babul Ulum menilai Majalah Gontor tidak profesional dan lemah dalam pengambilan sumber. Karena narasumber yang diambil tidak asli dari orang Syiah, tetapi dari para pembenci Syiah.

Babul Ulum, menulis buku yang bernuansa Syiah tidak sekali ini. Sebelumnya telah menulis buku Memahami Syiah: Upaya Maerajut Ukhuwah Islamiyyah yang diterbitkan Marja Bandung. Buku ini kemudian diterjemahkan dalam bahasa Arab di Irak. Juga menerjemahkan buku Dahulukan Akhlak Di Atas Fiqih karya Jalaluddin Rakhmat dalam bahasa Arab yang diterbitkan lembaga Islam di Iran yang berada di bawah asuhan Ayatullah Ali Tashkiri. Babul juga telah menerjemahkan buku-buku almarhum Ayatullah Udzma Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah, seorang ulama di Lebanon.

Tentu dari prestasi dan bidang keilmuan yang digeluti tampak mumpuni penulis buku ‘Kesesatan Sunni Syiah’ ini dalam merespon polemik di Republika. Bagi yang tertarik untuk memahami wacana Syiah dari pengikutnya langsung, buku ini sangat dianjurkan dibaca. *** (ahmad sahidin)

 

Fri, 25 Jan 2019 @15:03

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved