Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

SIAPAKAH ALI [by Hassan Abbas Kara]

image

 

Mereka bertanya kepadaku siapa Ali, 
kukatakan kepada mereka ia adalah Wali
Mereka bertanya kepadaku mengapa ia Wali, 
kukatakan kepada mereka karena ia adalah Ali

Mereka bertanya kepadaku mengapa aku mengikuti orang yang dikenal sebagai Ali,
kukatakan kepada mereka karena setelah Nabi tak ada orang seperti Ali

Mereka bertanya kepadaku mengapa aku mengangkat Ali ke tempat yang begitu tinggi, 
kukatakan kepada mereka karena batasan baginya berada di luar bumi ini dan langitnya

Mereka bertanya kepadaku mengapa dia pemimpinku fid duniya wal akhirah,
kukatakan kepada mereka (karena ia berkata) fuztu bi Rabbil Ka’bah

Mereka menyebutnya yang keempat, namun kita tahu ia nomor wahid
Garis Imamah mulai darinya berlanjut ke putra-putranya
Kita mulai dengan Ali, Amirul Mu’minin
Dan mengakhiri dengan (Imam) yang Keduabelas, Al Qaim Al Mahdi
Garis Imamah ini tidak akan terjjadi,
Kalau bukan karena kekuatan dan keperkasaan Ali

Ali yang kita sebut Asadullah
Ali yang kita sebut Hujjatullah
Ali yang kita sebut Waliyullah, 
meski kita belum bisa menjelaskan rahasia di balik Alif, Lâm, Yâ

Ketika aku berpikir tentang kesabaran, aku berpikir tentang Ali
Ketika aku berpikir tentang kejujuran, aku berpikir tentang Ali
Ketika aku berpikir tentang kesetiaan, aku berpikir tentang Ali
Ketika aku berpikir tentang kemurahan hati, aku berpikir tentang Ali
Ketika aku berpikir tentang kesalehan, aku berpikir tentang Ali
Ketika aku berpikir tentang Muhammad, aku berpikir tentang Ali, 
karena ia dan Ali berasal dari pohon yang sama
Jika Muhammad itu kota, maka Ali adalah kuncinya,
bagaimana kita memperoleh kuncinya jika kita tak mengenal Ali

Kita ingin hidup seperti Ali, dan mati seperti Ali
Doa dan munajat kita (naik) melalui Ali
Ketika kita dalam kepedihan, kita memanggil Ali
Ketika Muhammad dalam kepedihan, ia memanggil Ali

Kita tertarik kepada Ali, seperti ngengat kepada cahaya
Kita ternganga akan keberaniannya, kekuatannya, keperkasaannya
Kita tahu ia baik, ia rendah hati, ia santun
Tetapi ketika ada masalah, kita tahu ia akan mengatasinya,
Demi semua kebaikan dan kebenaran, demi melindungi hak-hak kita.
Dia merawat setiap orang, memberinya makan sepanjang malam

Kita dengan bangga menyebut diri kita Syi’ah Ali,
Kita tak ragu melakukan Zikir Ali,
Kita angkat tangan kita untuk bantuan Ali,
Kita tunjukkan cinta kita dengan melantunkan ya 'Ali

Cinta kita kepada Ali bukanlah pilihan, melainkan mengalir dalam nadi kita
Setiap hari tanpa Ali, aku rasakan kepedihan,
Yang hanya dapat digantikan dengan meninggalkan dunia fana ini,
Agar aku dapat bersama Ali, setiap malam, setiap hari

Aku memegang cinta ini ibarat di atas kepalaku sebuah mahkota
Ketika orang bertanya mengapa, aku katakan bahwa aku bangga,
Untuk menjadi pengikut Ali, pecinta Ali
Seluruh duniaku untuk Ali, aku bersumpah demi Ali

Maka ketika seseorang bertanya kepadamu siapa Ali, 
katakan kepada mereka ia adalah Wali
Ketika mereka bertanya mengapa ia Wali, 
katakan kepada mereka, (sekali lagi) katakan kepada mereka karena ia adalah Ali.


[Terima kasih Mas Abdi M Soeherman untuk terjemahan Indonesianya. Dibacakan oleh Ustadz Syamsuddin Baharuddin dalam Majlis Mengenang Kelahiran Amirul Mu'minin Imam 'Ali bin Abi Thalib kw, 13 Rajab, di Aula Muthahhari, Bandung]

Mon, 25 Mar 2019 @08:32

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved