Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Keharmonisan dalam Keluarga Berpengaruh kepada Anak

image

Tanya: Ada bermacam bentuk hubungan yang mengikat antara ibu dengan ayah. Di antara hubungan kduarga, ada yang harmonis dan ada pula yang dipenuhi pelbagai problema. Bagaimana Islam memandang pengaruh hubungan ini terhadap anak-anak? 


Jawab: Kita tidak bisa berbicara tentang pandangan Islam, dalam pengertian teks agama, untuk masalah-masalah seperti ini. Akan tetapi, kita bisa mengamati topik persoalannya secara umum. Tidak diragukan lagi, Islam menekankan tegaknya hubungan ayah-ibu atau suami-istri di atas cinta dan kasih sayang. Dasar utama yang diletakkan al-Quran dalam ayatnya yang berkaitan dengan hubungan suami-istri adalah bahwa Allah Swt telah menjadikan (menyematkan) cinta dan kasih sayang di hati pasangan suami-istri. Al-Quran menjelaskan: “Dan Dia menjadikan di antara kalian (suami-istri) rasa cinta dan kasih sayang” (QS al-Rum: 21). 

Al-Quran menerangkan bahwa Allah Swt menghendaki suami-istri menekankan rasa cinta dan kasih sayang dalam menjalin hubungan di antara mereka secara alami. Di samping sisi perasaan yang mampu menguatkan hubungan di antara mereka. 

Tentu saja, tidak adanya kehormanisan hubungan suami-istri bukan hanya berdampak buruk bagi pasangan bersangkutan. Namun juga berpengaruh terhadap anak-anak mereka. Rasa cinta dan kasih sayang, yang menghasilkan penghormatan dan kehangatan, akan memberikan dampak-dampak positif bagi kehidupan suami-istri maupun anak-anak. 

Cinta dan kasih sayang yang terjadi di antara kedua orang tua akan memberikan suasana sehat, membukakan segala perasaan positif di antara keduanya dan memindahkan apa yang mereka rasakan kepada anak-anak mereka secara otomatis. Suasana hangat dan harmonis akan menciptakan perasaan tentram, kecenderungan untuk saling menolong, dan dampak positif lainnya. 

Ada pun jika hubungan suami-istri tidak harmonis dan rasa percaya serta cinta menghilang, maka kondisi ini akan berdampak negatif pada diri anak-anak. Ketika pasangan suami-istri kehilangan kasih sayang, maka anak-anak akan mengalami suasana keluarga yang beku dan mereka tidak akan pernah merasakan adanya hubungan emosional ataupun kedekatan. 

Benar bahwa hubungan orang tua yang tidak harmonis akan mengganggu sisi kejiwaan anak-anak. Sebab kehidupan rumah tangga yang kehilangan kehangatan, keakraban, kasih sayang, kebahagiaan jiwa, dan sebagainya menjadi petunjuk akan bekunya pribadi suami dan istri. Jelas sekali, sikap yang beku terhadap pendamping hidup akan membawa sikap yang dingin pula terhadap anak-anak dan semua manusia. Kebekuan ini akan memberikan pengaruh negatif bagi kepribadian anak-anak dan ini akan tertanam kuat pada dirinya.

Dalam kondisi seperti ini, semestinya pasangan suami istri berupaya keras mengubah suasana menjadi harmonis dan penuh kehangatan. Mereka berdua hendaknya menganggap bahwa kebekuan perasaan mereka merupakan penyakit kejiwaan yang harus segera disembuhkan. Seorang suami harus segera memberikan perasaan kasih sayang kepada istrinya, demikian pula yang harus dilakukan istri. Ini akan memberikan dampak positif bagi anak-anak, baik melalui suasana harmonis yang mereka ciptakan atau melalui prilaku mereka, sehingga anak-anak merasakan cinta, kehangatan, dan kasih sayang.

Ada pun kedua orang tua yang selalu bertikai dan bertengkar sehingga kehidupan mereka dipenuhi problema dan ketidakcocokan akan membawakan dampak yang sangat negatif pada anak-anak. Melalui kajian-kajian sosial, kita tahu bahwa kebanyakan problema yang dialami anak-anak disebabkan oleh perpisahan kedua orang tua atau pertengkaran mereka di rumah.

Akan tetapi, adakalanya perceraian justru memberikan dampak positif bagi anak-anak; jika kedua pasangan memang tidak cocok tinggal dalam satu rumah dan pertikaian di antara mereka semakin membahayakan kejiwaan dan mental anak. Hubungan yang dibangun dengan saling menghormati merupakan hubungan yang terbaik. Hubungan seperti ini memberikan pengaruh besar dan penting bagi anak-anak dan menjadikan mereka berpandangan positifterhadap kedua orang tua dan lembaga pernikahan. ***


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)


Thu, 28 Mar 2019 @10:11

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved