Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Marifat al-Maad: Memahami Perjalanan Kehidupan setelah Kematian (17) [by Dr Kholid Al-Walid]

image

Setelah Tiupan Sangkakal (Nafkht al-Sur) yang kedua maka terjadilah kebangkitan menuju akhirat yang digambarkan al-Qur'an sebagai keluarnya manusia dari kubur mereka masing-masing:

“… dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur" (QS 22:7). 

Kubur yang dimaksud tentu bukanlah kubur materi di alam duniawi karena dunia telah hancur berserakan. Akan tetapi kubur yang dimaksud tidak lain adalah liputan alam Barzakh yang selama ini meliputi mereka. 

Berapa lama fase kebangkitan ini berlangsung tentu tak dapat diukur dengan waktu yang ada karena sebagaimana al-Qur'an membandingkan waktu dunia dan akhirat: 

"Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu" (QS 22:47). 

Sebagian ulama menafsirkan bahwa waktu setiap manusia berbeda satu dengan lainnya bergantung dengan amal baik masing-masing. 

Peristiwa yang terjadi berikutnya adalah "al-Hasyr", (Pengumpulan) di Padang Mahsyar. Al-Qur'an memberitakan: 

"Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?" (QS 6:22). 

Dalam doktrin ini digambarkan bahwa seluruh manusia dikumpulkan pada saat yang sama namun Allah pisahkan antara orang-orang yang bertakwa dan orang yang kafir. 

Bagi orang yang bertakwa: "(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat" (QS 19:85). 

Sedangkan orang-orang Kafir: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS 20:124). 

Mengapa mereka dibangkitkan buta? Karena jiwa mereka tertutupi akan hakikat Ilahiah akibat kekafiran yang menyelimuti diri mereka selama ini: "Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak" (QS 17:97). 

Bahkan pengumpulan bukan hanya di dasarkan atas pembagian beriman dan kafir tetapi juga manusia pada masa itu memiliki jenis yang sangat beragam akibat karakter dan perilaku yang malakah pada dirinya. Mereka dikelompokkan sesuai dengan jenis karakter masing-masing. 

Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya..." (QS 8:37). 

Sebagian manusia dibangkitkan dalam rupa binatang buas: "Dan apabila binatang-binatang buas dikumpulkan" (QS 81:5). Rasulullah Saw bersabda: "Akan dibangkitkan sebagian manusia dalam rupa monyet dan babi." 

Ada juga dibagi kelompok antara yang memiliki bercahaya dan wajah yang gelap: "Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya" (QS 3:106). 

Apakah sebatas manusia yang di bangkitkan dan dikumpulkan? Menariknya seorang filsuf Muslim Mulla Sadra menjelaskan bahwa seluruh yang bernyawa akan dibangkitkan baik itu hewan maupun tumbuh-tumbuhan. 

Tumbuh-tumbuhan yang berbuah manis dan lezat akan dikumpulkan menjadi kesatuan dan menjadi makanan penghuni surga dalam kelezatan yang berjuta kali lipat dibanding kelezatan yang pernah dicicipi di dunia: "Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa" (QS 2:25). 

Sedangkan tumbuh-tumbuhan yang berduri, pahit dan beracun menjadi satu kesatuan dan dibangkitkan sebagai makanan penghuni neraka: "Sesungguhnya pohon Zaqum makanan bagi mereka yang berdosa. Sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas" (QS 44:43-46). 

"Ya Allah kumpulkanlah kami kelak dalam kumpulan orang-orang shaleh//Cahayailah wajah kami disaat Engkau gelapkan wajah sebagian hambamu//Tutupilah keburukan kami kelak sebagaimana Engkau telah tutupi keburukan kami di dunia ini". *** 

Dr Kholid Al-Walid adalah dosen UIN SGD Bandung

 

Wed, 22 May 2019 @07:42

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved