Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Marifat al-Ma'ad: Memahami Perjalanan Kehidupan setelah Kematian (18) [by Dr Kholid Al-Walid]

image

PADA masa Pengumpulan (al-Hasyr) Allah juga membagikan Kitab: "Ada pun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: Ambillah, bacalah kitabku (ini)" (QS  69:19).

"Ada pun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)" (QS 69:25).

Doktrin bahwa setiap hamba akan mendapatkan kitabnya masing-masing. Hamba yang beriman dan sholeh mendapatkan kitab dari sebelah kanan sedangkan hamba yang Kafir dan berbuat keburukan mendapatkan kitab dari sebelah kiri mereka.

Kitab merupakan catatan yang berisikan seluruh prosesi kehidupan yang telah dilewati setiap hamba. Bahwa keseluruhan proses kehidupan tersebut tidaklah hilang begitu saja, akan tetapi semua tercatat dalam buku kehidupan manusia. 

Kitab juga merupakan perhitungan atas seluruh diri manusia. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku" (QS 69:20). 

Dari manakah munculnya kitab tersebut? Umumnya memaknai dari catatan Malaikat Raqib dan Atid yang merupakan utusan Allah untuk mencatat seluruh perbuatan manusia. Namun Mulla Sadra dan Ibn Arabi, filosof dan sufi memaknai berbeda. Ruang yang merekam seluruh proses kehidupan manusia tidak lain adalah Hati. Semua yang dilewati manusia terekam di dalam hatinya dan kelak hati manusia akan memaparkan seluruh apa pun yang tersimpan selama ini: "Pada hari dinampakkan segala rahasia" (QS 86:9). 

Pada hari kiamat segala sesuatu menjadi hidup dan menjadi saksi atas perbuatan manusia (QS 36:65), termasuk hati manusia. Di dalam hadis disebutkan: 

"Pada diri setiap anak Adam terdapat titik berwarna putih sekiranya dia melakukan dosa maka keluarlah dari titik putih tersebut titik berwarna hitam. Sekiranya dia bartaubat maka hilanglah titik berwarna hitam tersebut. Sekiranya dia terus melakukan dosa maka tertutupilah titik putih putih dengan titik hitam maka jangan kamu harapkan dari orang seperti ini kebaikan selama-lamanya." 

Orang yang telah mati hatinya karena keburukan yang dilakukannya maka hatinya akan mengeras bagaikan batu, bahkan lebih keras lagi: 

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan" (QS 2:74). 

Hati yang merupakan tempat tercatatnya segala peristiwa kehidupan manusia akan mewujud sebagai kitab nantinya. Bagi hati yang dipenuhi cahaya maka dia tampil sebagai kita yang akan dibagikan di sebelah kanan manusia sedangkan bagi hati yang gelap karena keburukan maka dia akan mewujud sebagai kitab yang dibagikan di sebelah kiri manusia. 

Jalaluddin Rumi mengisahkan: "Ketika seorang Khalifah memerintahkan seluruh pelukis untuk berkumpul dan membuat lukisan yang indah maka berkumpullah semua pelukis menunjukkan kemampuan mereka dalam melukis kecuali seorang sufi. Sufi itu hanya membawa sebuah cermin dan ketika Khalifah melintasinya dia tengah sibuk membersihkan cerminnya. Khalifah bertanya: Bukankah aku perintahkan engkau untuk melukis? Mengapa engkau membawa cermin seperti ini? Sufi itu berkata: Tidakkah yang mulia menyaksikan bahwa cermin yang bersih ini menampilkan gambar yang indah dan hidup?” 

Rumi berkata: "Hati manusia adalah cermin semakin bersih dan cemerlang maka dia akan menampilkan segala sesuatu dalam keadaan hidup, namun sekiranya hati dipenuhi oleh kotoran dan debu maka cahaya tak akan mampu menembusnya." 

Faraghani berkata: "Hati orang yang beriman adalah kitab yang bercahaya, dia taman di antara taman Tuhan. Tidaklah meliputi-Ku langit-Ku atau bumi-Ku tapi yang meliputi-Ku adalah hati orang yang beriman. Hati pendosa adalah sarang Syetan dan Syahwat.  Kegelapan yang pekat. Tempat bagi seluruh penyakit." 

Basuhlah hati kita dengan air mata taubat dan ikutilah dengan kebaikan sehingga kelak Kitab yang ditampilkan dihadapan kita berisikan catatan yang indah yang membahagiakan kita ketika membacanya kembali. ***

Dr Kholid Al Walid adalah Dosen Filsafat di UIN SGD Bandung

Mon, 27 May 2019 @11:11

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved