Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Marifat al-Maad (24) [by Dr Kholid Al-Walid]

image

NARASI al-Quran tentang neraka sungguh sangat mengerikan. "Membentang di puncak lapisan Neraka jembatan Shirath yang harus diseberangi oleh semua manusia. Dihadapannya, di bawa lubang neraka, tumbuh pohon Zaqqum yang bunganya berbentuk kepala Setan dan harus dimakan oleh para pendosa. Satu suap saja bunga itu bisa membakar perut seperti kuningan yang dicairkan (QS 37:62-68).

Lidah api neraka menggelegak dan bergemuruh di dalamnya para pendosa dilemparkan dalam keadaan terbelenggu. Karena derita yang sedemikian dahsyat mereka mengharapkan agar diri mereka dibinasakan namun mereka sama sekali tidak dibinasakan (QS 25:14).

Mereka dikepung dan berputar di antara air panas yang mendidih (QS 55:44). Angin yang bertiup kencang dengan panas yang menghanguskan dan asap hitam yang menghancurkan (QS 56:42-43). Bergemuruh dan mendidih, membakar dengan amarah (QS? 67:7-8) Mereka merintih dan meraung-raung tersiksa yang sangat dahsyat (QS 11:106). Kulit mereka terkelupas, hangus terbakar kemudian berganti lagi untuk merasakan derita yang sama tanpa akhir (QS 4:56). Mereka meminum air bernanah dan sekalipun kematian muncul disegala sisi namun mereka tetap tidak bisa mati (QS 14:16-17). Mereka diikat dengan rantai sepanjang tujuh puluh hasta (QS 69:30-32). Berbaju aspal dan wajah mereka dipenuhi api (QS 14:50). Air mendidih dituangkan ke kepala mereka, meluluhkan seluruh isi keoala dan kulitnya. Kait besi akan menarik mereka kembali jika mereka berusaha untuk melarikan diri (QS 22:19-21)." 

Sebuah narasi yang mencekam dari al-Qur'an tentang siksaan di neraka sekalipun penggambaran siksaan tersebut dalam bentuk penyiksaan fisik. Sebagian memahami secara tekstual akan siksaan fisik ini seakan sebuah siksaan yang hanya bersifat material semata. Pada sisi lain para filosof yang membuktikan bahwa siksaan ruhaniah dan bathin jauh lebih dahsyat dibanding siksaan material. Namun al-Qur'an sesungguhnya tengah menggambarkan keduanya bahwa siksaan fisik ini berefek mendasar  pada tekanan jiwa dan bathin yang menyebabkan para penghuni neraka merasakan ketakutan, putus asa, kelelahan yang sangat, rasa malu yang menghancurkan bahkan keinginan kematian yang demikian besar namun tak pernah dapat diwujudkan. 

Dosa-dosa yang dilakukan sekalipun dilakukan sekilas namun efek dari dosa tersebut dapat berkepanjangan hingga hari Kiamat. Bagaikan efek domino yang berantai. Al-Qur'an mengingatkan : 

"Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi" (QS 5:32). 

Sehingga sebuah keadilan atas Azab yang demikian pedih dan abadi yang harus dijalani oleh para pengingkar dan pendosa. 

Keabadian siksa neraka bagi sebagian ulama tidaklah bersifat hakiki mengingat tujuan penyiksaan adalah penyucian kembali diri setiap untuk mencapai kemurnian. Dasar ketidak abadian neraka adalah isyarat al-Qur'an: 

"Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui" (QS 6:128). 

"Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki" (QS 11:107). Kemudian disebutkan, "Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya" (QS 78:23). 

Ketiga ayat di atas memberikan indikasi ada batas bagi siksaan di neraka. Para filosof menunjukkan bukti bahwa neraka bukanlah tempat yang berlawanan dengan surga, tetapi neraka adalah efek dari ketidakmampuan jiwa manusia mencapai kesempurnaan hakiki. Karena hakikat kesempurnaan hakiki semata rahmat Allah, “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu" (QS 7:156). 

Abdullah al-Anshari memaknai, "Neraka adalah keadaan jauhnya diri seorang hamba dari Rahmat Ilahi akibat gelapnya hati seorang hamba karena mengingkari al-Haqq dan keburukan perilaku." 

Semakin seseorang menjauhi cahaya Ilahi maka dirinya tengah membuat lubang yang semakin dalam di Neraka. Karenanya Rumi berkata: "Badan mereka berjalan dengan gagah padahal jiwa mereka tengah di siksa di neraka." Begitulah para kekasih Allah dengan mata bathinnya mereka telah menyaksikan manusia yang masih hidup di dunia padahal mereka adalah penghuni neraka. 

Ilahi

Hatiku telah tertutupi

Jiwaku penuh kotoran dan dosa

Akalku selalu kalah

Sedangkan syahwatku selalu menang

Ketaatanku sangatlah sedikit

Maksiatku begitu banyak

Lidahku selalu mengukir dosa

Bagaimana keadaanku yang seperti ini

Duhai yang menutupi segala keburukan

Duhai yang mengetahui segala yang tersembunyi

Duhai yang menepikan segala derita

Ampunilah dosa-dosaku keseluruhannya

Demi hak Nabi-Mu Muhammad dan keluarganya yang mulia

Wahai yang Maha Pemurah

Wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang. ***

 

Dr Kholid Al Walid adalah dosen STFI Sadra Jakarta

 

Thu, 30 May 2019 @17:15

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved