Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Marifat al-Maad (25) [by Dr Kholid Al-Walid]

image

AL-JANNAH adalah istilah al-Quran yang diterjemahkan dengan kata Surga. Tempat ganjaran kebaikan dan kenikmatan sebagai balasan atas ketundukkan dan kebaikan yang dilakukan manusia dalam kehidupannya di dunia.

Al-Qur'an menggunakan istilah ini menunjukkan sebagai sesuatu yang tersembunyi sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya surga itu tak pernah terlihat oleh mata, tak redengar oleh telinga dan tak terbayangkan oleh akal." 

Kata "al-Jannah" sendiri memberikan makna tempat yang rimbun oleh buah dan pepohonan. Kata yang terbentuk dari bertemunya dua huruf "Jim" dan "Nun" selalu mengindikasikan sesuatu yang tersembunyi atau tertutupi. 

"Janin" yaitu kehidupan yang tersembunyi di balik perut seorang ibu. "Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa" (QS 53:32). 

"al-Jan" berarti sesuatu yang menutupi. "Ketika malam telah gelap (Janna), dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam" (QS 6:76). 

"al-Jinnah" atau "al-Majnun" bermakna tersembunyinya kesadaran atau akalnya dan disebut juga gila: "Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila" (QS 81:22). 

"Al-Jinn" adalah makhluk yang tersembunyi dari pandangan zhahir: "Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini?" (QS 6:130). 

"Jannat" adalah taman yang rimbun: "Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan" (QS 44:25). Karena Surga adalah tempat yang sangat ruhaniah dan terlepas dari kemampuan manusia untuk mampu memahaminya secara material karena itulah istilah "al-Jannah" diperkenalkan al-Qur'an. 

Secara umum al-Qur'an membagi tiga jenis surga. Pertama, surga tempat penciptaan Adam as:  "Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim" (QS 2:35). 

Surga Adam as ini bukanlah surga yang kelak dijanjikan karena surga yang dijanjikan kelak penghuninya kekal abadi di dalamnya sedangkan Adam as dikeluarkan dari surga. 

Kedua, surga yang mengalir sungai-sungai: "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya" (QS 2:25). 

Ketiga, surga Allah: "Masuklah ke dalam surga-Ku" (QS 89:30). Para Sufi menyebutkan bahwa ini adalah Surga Perjumpaan dengan Sang Kekasih. 

Selain itu al-Qur'an memperkenalkan delapan tingkat surga: (1) Surga Firdaus: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal" (QS 18:107); (2) Surga And: "(yaitu) surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)" (QS 20:76);  (3) Surga Naiim: "Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan" (QS 22:56); (4) Surga Ma'wa: "Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan" (QS 32:19); (5) Surga Darussalam: "Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)" (QS 10:25); (6) Surga Darul Muqamah: "Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu" (QS 35:35); (7) Surga Maqamul Amin: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman" (QS 44:51); dan (8) Surga al-Khuld: "Katakanlah: Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa? Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?"(QS 25:15). 

Delapan tingkatan surga yang diperkenalkan Allah tersebut memiliki karakteristik tersendiri dengan corak penghuninya yang khusus. Namun dari banyak hadis kita mendapati bahwa selain jenis surga ada ragam pintu-pintu surga yang begitu banyak berdasarkan amal dan kebaikan yang dikerjakan oleh seorang hamba di dunia. Ada Pintu Ikhlas, Pintu Syahid, Pintu Dermawan bahkan juga berdasarkan surah-surah al-Qur'an dan yang melewatinya adalah mereka yang selalu membaca surah tersebut selama di dunia. 

Mulla Sadra, seorang filosof muslim, menggambarkan: "Surga sebagai tempat keabadian dan keselamatan yang tidak ada kematian, kelemahan, sakit, derita, kesulitan, kehilangan maupun kelenyapan. Surga sebagai tempat kemuliaan yang menyenangkan jiwa dan pandangan. Penghuninya abadi di dalamnya baik itu bersifat inderawi maupun intelek hal tersebut berkesesuain dengan karakteristik dan kecenderungan jiwa penghuninya." 

Para penghuni surga melayani dengan oenuh cinta satu dengan lainnya. Allah menjamu dengan jamuan kenikmatan yang tanpa batas sebagai apresiasi atas ketaatan hamba di dunia. 

“Doa mereka di dalamnya ialah: Subhanakallahumma, dan salam penghormatan mereka ialah: Salam. Dan penutup doa mereka ialah: Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin” (QS 10:10). 

Ilahi

Aku bukanlah hamba yang layak mendapat surga-Mu

Namun aku tak sanggup menanggung api neraka

Maka jadikan Taubatku ini

Sebagai penghapus dosa-dosaku

Karena Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar. ***

 

Dr Kholid Al Walid adalah dosen STFI Sadra Jakarta

 

Thu, 30 May 2019 @17:18

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved