Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Marifat al-Maad (27) [by Dr Kholid Al-Walid]

image

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku (QS 89:27-30). 

Surga-Ku dalam ayat ini dikhusus untuk hamba-hamba yang jiwa mereka telah mencapai derajat Ithmi'nan atau Muthmainnah. 

Secara umum al-Qur'an membagi empat tingkatan Nafs. Pertama: Nafs 'Amarah yaitu jiwa yang masih penuh kecenderungan terhadap kemaksiatan (QS 12:53). Kedua: Nafs Lawwamah yang sudah mulai tunduk kepada ketentuan Allah (QS 75:2). Ketiga: Nafs al-Marhamah yang sudah berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah (QS 12:53). Keempat: Nafs al-Muthma'innah yang sudah tidak ada kelalain kepada Allah sedikit pun. Surga bagi tingkatan keempat ini bukan lagi surga kenikmatan material akan tetapi kenikmatan yang paling puncak, yaitu Perjumpaan dengan Allah (Liqa Allah). Karena kebahagiaan sang kekasih hanyalah perjumpaan dengan kekasihnya. 

Al-Qur'an mengisyaratkan perjumpaan dengan Allah dalam beberapa ayat: "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya" (QS 18:110). 

"Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!" sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu" (QS 6:31). 

Banyak sekali ayat-ayat lainnya yang mengindikasikan Perjumpaan dengan Allah. Para 'Arif memaknai bahwa perjumpaan dengan Allah bukanlah perjumpaan secara fisik karena Allah SWT terlepas dari segala keterbatasan akan tetapi Perjumpaan itu terjadi secara ruhaniah yang tak satu kata pun mampu menggambarkannya. Hanya hati yang telah dipenuhi rasa cinta kepada Allah yang akan merasakan kenikmatan ini. 

Dalam beberapa Munajat Keluarga Nabi Muhamad Saw banyak sekali isyarat tentang hal ini. "Ilahi, masih adakah kenikmatan bagi mereka yang telah merasakan kenikmatan berjumpa dengan-Mu?" (Sahifah al-Sajadiyyah). 

Ketika hati seorang hamba telah dipenuhi rasa cinta kepada Allah maka selain dari Allah tidak lagi memiliki makna baginya. Hati yang seperti ini adalah hati yang telah melewati tahap-tahap yang panjang dan telah terlepas dari beragam kegelapan akibat dari maksiat. 

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" (QS 91:9). Hati yang telah suci dari segala kerendahan dan kegelapan akan merasakan kehangatan cahaya Ilahi: 

"Cinta kepada Allah jika menyinari seorang hamba akan melepaskan hamba dari beragam kesibukan dan mengingat selain dari Allah. Ingatan kepada selain Allah adalah kegelapan" (al-Hadis). 

Rasa Cinta kepada Allah ini tidaklah muncul seketika namun melalui tahap yang sangat panjang. Abdullah al-Anshari dalam kitabnya "Manazil al-Sairin" memberitakan adanya 300 tahap yang harus dilewati bagi seseorang dalam menempuh perjalanan ruhaniah untuk sampai hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah. Ali bin Abi Thalib Tajul 'Arifin pernah mengeluh "Duhai betapa jauhnya perjalanan dan betapa pendeknya usia." 

Seorang sahabat yang bernama Majasyi' ra mendatangi Rasulullah Saw dan bertanya: "Ya Rasulullah bagaimana jalan mengenal Allah?" Rasulullah Saw bersabda: "Dengan dengan mengenal Nafsumu."

"Ya Rasulullah bagaimana jalan untuk tunduk kepada Allah?" Rasulullah Saw bersabda: "Dengan menentang Nafsumu". "Ya Rasulullah bagaimana menggapai Ridho Allah?" Rasulullah Saw bersabda: "Dengan membenci Nafsumu." "Ya Rasulullah bagaimana jalan untuk mencapai Allah ?" Rasulullah bersabda "Dengan meninggalkan Nafsumu." "Ya Rasulullah bagaiman jalan untuk taat kepada Allah?" Rasulullah Saw bersabda:"Dengan menentang Nafsumu." “Ya Rasulullah bagaimana jalan untuk selalu mengingat Allah?" Rasulullah Saw bersabda "Dengan melupakan Nafsumu." "Ya Rasulullah bagaimana jalan untuk dekat dengan Allah?" Rasulullah Saw bersabda "Dengan menjauhi Nafsumu."

"Ya Rasulullah bagaimana jalan untuk dapat merasakan kemesraan Allah?" Rasulullah Saw bersabda: "Dengan memusuhi Nafsumu." "Ya Rasulullah bagaimana jalan agar dapat melakukan semua itu?" Rasulullah Saw bersabda: "Dengan memohon pertolongan Allah atas nafsumu." 

Namun ketika hati seseorang hamba telah dipenuhi rasa cinta kepada Allah beragam kemuliaan dan keagungan akan muncul pada dirinya: 

"Cinta pada Allah adalah api yang akan membakar setiap yang dilewatinya"

"Cinta pada Allah adalah cahaya yang membuat segala yang dipancarinya bersinar"

"Cinta pada Allah adalah angin yang akan menggerakkan apapun yang ditiupnya"

"Cinta pada Allah adalah air yang akan menghidupkan apapun yang dialirinya"

"Cinta pada Allah adalah tanah yang akan menumbuhkan setiap benih yang di tanam padanya"

"Barangsiapa dicintai Allah maka Allah akan memberikan baginya segala sesuatu dari kekuasaan dan harta" (Misbah al-Syari'ah). 

Bagi para kekasih Allah ini segala sesuatu selain dari Allah adalah kerendahan. Damba mereka hanyalah berjumpa dengan Allah semata. Surgapun bagi mereka sudah tak lagi menarik. 

Rabiah Adawiyah

Pernah di siang hari Rabi'ah al-Adawiyah seorang sufi perempuan yang sangat masyhur berlari ke pasar. Di tangan kanannya membawa seember air dan di tangan kirinya membawa obor. Orang-orang bertanya kepada Rabi'ah: "Wahai Rabi'ah apa yang engkau lakukan?" Rabi'ah menjawab: "Dengan air ini aku akan menyirami neraka dan dengan obor ini aku akan membakar surga agar tak tersisa lagi surga dan neraka  dan semua orang beribadah tak lagi karena menginginkan surga dan takut akan neraka akan tetapi semata karena Allah." 

Bagi hamba-hamba yang telah mencapai derajat kekasih Allah ini surga dengan kenikmatan material tak akan mengobati kerinduannya bahkan menambah kerinduannya kepada Allah. 

"Aku akan bersabar atas beragam Azab-Mu tapi bagaimana mungkin aku bersabar atas keterpisahan dari-Mu." 

Allah telah menjanjikan bagi kekasih-Nya yang seperti ini: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS 10:62). 

Bagi mereka yang mencapai derajat kekasih Allah inilah Allah siapkan surga khusus yaitu surga perjumpaan (Jannat al-Liqa). 

Jalaluddin Rumi berkata: "Siapa yang memiliki cinta akan menyaksikan-Nya. Duhai Saudaraku tidak akan ada lagi rahasia dalam penyaksian diri-Nya." 

Rasulullah Saw bersabda: "Tatkala para penghuni surga telah masuk ke dalam surga, Allah yang Maha Agung bertanya, "Maukah kalian Kuberikan lagi yang lebih baik?" Para penduduk surga menjawab: "Tidakkah Engkau telah memutihkan wajah kami, membawa kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?" Hijab kemudian tersingkap dan tersaksikanlah wajah Allah dan tidak ada kenikmatan yang melebihi memandang wajah Allah." 

"Ya Allah

Aku memohon cinta-Mu

dan Cinta hamba yang mencintai-Mu

dan Cinta amal yang membawaku ke samping-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai dari selain-Mu

Jadikan cintaku pada-Mu

Membimbingku pada Ridho-Mu

Kerinduanku pada-Mu

Mencegahku dari maksiat atas-Mu

Anugerahkan padaku memandang-Mu

Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang

Jangan palingkan Wajah-Mu dariku

Wahai yang Paling Mengasihi dari segala yang Mengasihi."

 

Catatan Akhir

Saudaraku semua saya mengakhiri Tadarus Ramadhan tentang Ma'rifat al-Ma'ad sekali pun masih banyak tema yang perlu dibahas. Namun uraian selama Ramadhan ini semoga memberikan tambahan pengetahuan untuk kita semua. Mohon maaf sekiranya hal ini mengganggu dan di sisa hari mulia di bulan Ramadhan ini.

Saya memohon maaf dan do'a agar Allah mengampuni kelemahan dan keburukan saya. Mohon maaf lahir dan batin dan selamat menyambut Idhul Fitri. Semoga Allah menyampaikan kita semua pada Ramadhan yang akan datang. *** (Dr Kholid Al-Walid)

Sun, 2 Jun 2019 @09:51

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved