Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Hanya karena dua buku karya Kang Jalal

image

Ada cerita yang menarik. Tadi pagi istri bercerita via telpon. Semalamm sang paman mengabarkan pada kakak istri bahwa di rumah saya yang disinggahinya ditemukan gambar dan buku-buku karya Kang Jalal.

Dikabarkan pada kakak istri saya. Dan istri saya pun ditanya tentang aktivitas ngaji dan kaitan saya dengan Kang Jalal. Saya bilang kepada istri bahwa buku karya Kang Jalal yang ada di ruang yang ditempati sang paman hanya dua judul (Psikologi Komunikasi dan Afkar Pengantar). Meski hanya dua buku, ternyata efeknya membuat sang paman curiga bahwa keponakannya dianggap pengikut Kang Jalal. Hanya pasang gambar atau stiker saja dan memiliki buku saja langsung bisa dicap sebagai pengikut.

Duh, bagaimana ini? Bisa-bisa mahasiswa ilmu komunikasi di kampus-kampus yang menggunakan buku karya Kang Jalal disebut pengikutnya. Dan memang di masyarakat Islam sekarang ini yang terkait dengan Kang Jalal akan dianggap bagian darinya. Meskipun hanya say hai atau mengutip saja pernyataan ilmiah darinya, pasti dihubungkan sebagai pengikutnya. Jika dibandingkan dengan buku lainnya di rumah saya, lebih banyak yang bertemakan filsafat dan buku-buku kuliah ilmu sejarah serta buku-buku seputar sejarah Nabi Muhamad Saw. Mengapa tidak dianggap pengikut Nabi Muhammad Saw atau seorang historisme? Hanya dua buku dan pasang stiker Kang Jalal lantas disebut pengikutnya. Dunia oh dunia. Pola pikir oh pola pikir. Mengapa sempit dalam menilai sesuatu?

Padahal dalam wacana kajian ilmiah di kampus atau sekolah, termasuk ucapan para tokoh terkadang sering kutip pernyataan dari ilmuwan Barat yang non Muslim. Mengapa tidak dianggap sebagai pengikutnya yang kemudian dianggap sesat karena tidak merujuk pada tokoh ulama Islam ternama atau yang populer? Bagaimana juga dengan para editor buku yang kadang mengoleksi buku-buku karya ilmuwan Barat yang anti agama; akankah disebut orang yang anti agama? Bagaimana nasib buku-buku bacaan dari penulis non Islam saat dikoleksi dan dibaca oleh orang Islam; akankah dikatakan telah murtad? Orang yang baca karya Marx atau buku penulis dari kaum ateis, pasti juga dikatakan sudah menjadi pengikutnya. Waduh, pola pikir yang seperti itu akan merusakkan otak dan akal sehat dalam berpikir. Tidak akan jernih dalam menilai sesuatu. Pasti didasarkan pada curiga dan waspada.

Dan saat dengar tentang itu, saya hanya tersenyum karena pasti nanti giliran saya yang akan ditanya-tanya. *** (Ikhwan Mustafa)

Sun, 30 Jun 2019 @11:16

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved