Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Mengenal Ilmu-ilmu Islam [by Ahmad Sahidin]

image

ISLAM sebagai agama merupakan tuntunan yang sempurna. Selain berbentuk ajaran atau dokrin juga ada ilmunya, yang dikenal dengan istilah Dirasah Islamiyyah yang bermakna: studi Islam atau ilmu-ilmu Islam. Dalam sejarah, studi Islam banyak memiliki khazanah dan mengalami perkembangan yang melahirkan tokoh-tokoh Islam dalam ilmu pengetahuan yang terkenal sepanjang sejarah.‚Äč

Para tokoh atau ulama telah merumuskan sebuah disiplin ilmu pengetahuan untuk memahami ajaran-ajaran Islam. Pelajaran atau disipiln ilmu yang termasuk dalam Dirasah Islamiyyah adalah akhlak, aqidah (ilmu kalam atau teologi Islam), filsafat, tarikh wal tsaqafah (sejarah dan kebudayaan Islam), sirah (kajian tokoh Islam), hadis, ulumul hadis, tafsir, quran, ulumul quran, fiqih, ushul fiqh, dan tasawuf.

Di negeri Eropa dan Barat disebut dengan Islamic Studies, yang berarti studi-studi Islam. Kajiannya terpisah untuk tingkat master dan doktoral. Setiap mahasiswa memilih disiplin ilmu atau studi Islam yang diminati untuk dikaji secara komprehensif hingga menjadi karya ilmiah berupa tesis dan disertasi, atau riset kontemporer untuk pemetaan dunia Islam. Biasanya riset Islam ini terkait untuk ambil kebijakan Timur Tengah dan untuk memahami konstalasi politik Islam di kawasan Asia Tenggara.

Di negeri-negeri yang dihuni umat Islam seperti Iran, Irak, Bahrain, Lebanon, Arab Saudi, Yaman, Jordania, Suriah, dan lainnya; bahwa ilmu-imu Islam menjadi peajaran yang terpisah setiap disiplin ilmu-ilmu Islam. Mulai tingkat dasar hingga tinggi.

Sementara di Indonesia, pelajaran Dirasah Islamiyyah di sekolah-sekolah umum disatukan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan di sekolah keagamaan (madrasah) atau pesantren diajarkan secara terpisah sehingga dalam mempelajarinya mendalam dan beragam mazhab yang dibahas. Hal-hal yang tidak dipelajari dalam sekolah-sekolah umum seperti filsafat, teologi, dan tasawuf; dalam madrasah dan pesantren dikaji dengan lebih mendalam beserta sumber-sumbernya serta aliran-alirannya.

Pada perguruan tinggi agama Islam, misalnya di Universitas Islam Negeri (UIN), mata kuliah yang terdapat dalam Dirasah Islamiyyah menjadi jurusan dan fakultas tersendiri. Tidak heran kalau kajian Islam yang berada di lingkungan kampus atau pesantren terasa tinggi ketimbang yang didapatkan dari sekolah umum, pengajian dan majelis taklim, atau masjid-masjid.

Karena itu, orang-orang Islam hanya mengandalkan belajar agama Islam dari masjid, majelis taklim, atau pengajian dan sekolah umum, tidak memiliki kedalaman dalam memahami ajaran agama Islam. Biasanya cenderung instan dan tidak berani bersikap kritis dalam menerima pelajaran dan kajian. Yang disampaikan oleh ustadz diterima dan dibenarkan. Jika beragama seperti ini maka bisa ditakar tingkat keimanan, ketangguhan beragamanya, dan cara pandang atau memahami pun terbatas. Ujungnya akan mudah digiring oleh orang-orang yang dianggapnya paham dalam agama. Padahal, seorang yang dianggap ahli agama belum tentu paham dengan realitas dan wacana agama secara komprehensif. Apalagi kalau ustadz tersebut tidak bersentuhan dengan dunia akademik Islam, pasti bisa terukur kemampuannya.

Terkait dengan ilmu-ilmu Islam, Murtadha Muthahhari membaginya dalam dua bagian: nazariyyah dan amaliyyahNazariyyah merupakan pembahasan ilmu-ilmu Islam yang bersifat teoritis atau pemikiran-pemikiran seperti ulumul quran, ulumul hadis, ushul fiqh, ilmu kalam (teologi atau aqidah), filsafat, dan irfan (tasawuf). Sedangkan amaliyyah adalah ilmu-ilmu Islam yang pembahasannya bersifat praktis dan penerapan dari ilmu-ilmu teoritis (nazariyyah), yaitu fikih, tafsir, quran, hadis, akhlak, siyasah (politik), dan muamalah (keuangan atau ekonomi).

Sumber dari ilmu-ilmu Islam nazariyyah dan amaliyyah adalah mengambil dari kitab Allah (Al-Quran) dan ilmu Rasulullah saw (hadis dan sunah). Namun, dalam kajiannya terdapat penafsiran atau pemahaman tokoh-tokoh Islam (ulama dan ilmuwan) yang menjelaskan suatu persoalan dengan pemikirannya sendiri yang dihubungkan dengan sumber Islam: Al-Quran dan Al-Hadis.
Dalam urusan ilmu, umat Islam diwajibkan untuk mengkaji ilmu-ilmu Islam (Dirasah Islamiyyah) yang teoritis maupun praktis. Dengan mempelajarinya umat Islam akan mengenal lebih jauh berkaitan dengan ajaran-ajaran dan penerapan Islam.

Kualitas orang yang mengamalkan agama, dengan sebelumnya belajar dan menekuni ilmu-ilmu Islam, akan berbeda derajatnya dengan orang yang beragama sekadar Islam turunan. Sudah saatnya umat Islam Indonesia mengenal ilmu-ilmu Islam dan mempelajarinya secara sistematis sehingga kualitas beragamanya meningkat dan dapat memahami agama Islam dengan kaffah.***
 

(Diambil dari karya Ahmad SahidinBuku Pintar Dirasah Islamiyyah. Bandung: Acarya Media Utama, 2010)

 

Tue, 2 Jul 2019 @08:48

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved