Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Membaca Buku Islam mazhab Fadlullah

image

Alhamdulillah saya selesai baca buku Islam “mazhab” Fadlullah yang diterbitkan Mizan. Buku ini sebuah biografi ringan yang ditulis oleh Husein Jafar Al-Hadar, seorang pengamat Timur Tengah dan pengurus Asosiasi Al-Mabarrat Indonesia. Meski tidak banyak diketahui, tetapi saya menjadi tahu tentang sosok Ayatullah Udzma Sayid Muhammad Husain Fadlullah dari buku Islam "mazhab" Fadlullah.

Saya sendiri, awalnya mengetahui Sayid Fadlullah dari cermah-ceramah yang disampaikan Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) dan Ustadz Miftah putra Kang Jalal. Tapi tidak banyak yang diuraikan oleh keduanya. Hanya petikan dan sesekali disebut saja.

Setelah membaca buku Islam “mazhab” Fadlullah, wawasan saya tentang Dunia Islam (Syiah) semakin terbuka. Ketika membaca buku tersebut, saya pernah berkeinginan untuk membuat tulisan berupa ulasan tentang buku tersebut. Namun tidak jadi, maklum saya tidak paham dengan mazhab Fadlullah sehingga saya urungkan. Saya tidak berani karena saya masih belajar. Biarlah orang lain yang sudah ahli yang membuatnya, apalagi terkait pemikiran yang dianggap kontroversi dalam khazanah Syiah Imamiyyah.

Nah, ini hanya sedikit berbagi tentang buku Islam "mazhab" Fadlullah. Buku ini dari sisi teks bahwa bahasa buku Islam “mazhab” Fadlullah enak dibaca dan mudah dipahami. Uraiannya mengalir dengan gaya bercerita sehingga tidak menjemukan saat dibaca. Hanya saja dari segi substansi tidak ditampakkan kutipan dari fatwa atau pendapat Sayid Fadlullah. Kalau dibubuhkan, pasti buku tersebut lebih kuat dari segi isi.

Saya melihat buku Islam “mazhab” Fadlullah sebagai opini pengagum terhadap yang dikagumi. Wajar saja kalau seorang pengagum mengisahkan hal-hal yang positif terhadap yang dikaguminya.

Satu lagi berkaitan dengan buku Islam “mazhab” Fadlullah, saya tidak menemukan corak pemikiran Sayid Fadlullah yang jelas. Maksud saya: tidak ada rincian pemikiran Sayid Fadlullah yang khusus seperti dalam ilmu kalam (teologi), filsafat, ekonomi, tafsir, politik, sejarah, fikih, dan lainnya.

Mungkin kalau dipetakan oleh penulisnya, akan terlihat lebih mudah dipahami dan terlihat kontribusi intelektual baru dari sosok Sayid Fadlullah. Tapi saya yakin meski tidak disistematiskan, dari karya tulis yang banyak dan kerja sosial serta bantuan pendidikan yang dilakukan oleh Sayid Fadlullah sudah menjadi bukti adanya kontribusi.

Buku Islam “mazhab” Fadlullah, dari segi isi buku terlihat sistematis. Diawali dengan pengantar penulis beserta murid Sayid Fadlullah kemudian terdapat pengantar Ustadz Jalaluddin Rakhmat yang menyatu dengan Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat. 

Kemudian masuk pada uraian-uraian yang dibuat secara tematis dengan judul bagian yang menarik seperti Awal sebuah langkah, Islam mazhab Fadlullah, wanita dalam kacamatanya, Beliau pun berpolitik, Membumikan Islam, Fadlullah di mata Indonesia dan Indonesia di mata Fadlullah, dan Bayang-bayang Fadlullah.

Selain itu memuat lampiran surat Sayid Fadlullah kepada Presiden Amerika Serikat: Barack Obama, wawancara Sayid Jafar Fadlullah berkaitan dengan ayahnya (Sayid Muhammad Husain Fadlullah), dan daftar karya tulis Sayid Fadlullah.

Saya baca bagian demi bagian. Saya cari yang pernah dibincangkan seorang kawan yang sedang nyantri di Qum, Iran, bahwa (1) Sayid Fadlullah menjadi marja taqlid dengan tidak mengantongi ijazah dari para mujtahid,(2) Sayid Fadlullah meragukan riwayat tentang penyerangan terhadap rumah Ahlulbait dan penganiayaan terhadap Sayidah Fathimah binti Muhammad Rasulullah saw yang sampai kandungannya keguguran, (3) Sayid Fadlullah menghalalkan binatang air yang tidak bersisik, dan (4) Sayid Fadlullah tidak setuju dengan Wilayah Faqih.

Dari empat poin yang dicari, yang saya temukan hanya satu. Pada halaman 64-72 disebutkan Sayid Fadlullah menjadi marja pada 1994. Bahkan Ayatullah Sayid Khu’i, guru Sayid Fadlullah sekaligus salah satu marja taqlid yang ternama, menyatakan: “Fadlullah adalah ulama yang lisannya adalah lisanku dan tangannya adalah tanganku.”

Diterangkan pula Sayid Fadlullah sebelum menjadi marja’ sudah diakui keilmuannya. Namun, Sayid Fadlullah enggan memberikan fatwa atau menjadi marja taqlid. Setiap orang yang bertanya kepadanya, diminta untuk bertanya pada marja-marja di Qum dan Najaf. Namun, “para marja’ itu justru menjawab instruksi beliau dengan penilaian,‘Kami telah meneladani Anda dan kami ingin Anda untuk mengeluarkan fatwa’” (lihat halaman 67-68).

Dalam buku "Islam dan Logika Kekuatan" disebutkan Imam Khomeini mengakui Sayid Fadlullah sebagai marja taqlid tahun 1986 (lihat pengantar Olivier Carre, halaman xvi).

Dalam media internet disebutkan bahwa Sayid Fadlullah wafat 4 Juli 2010. Banyak para ulama, termasuk Rahbar Republik Islam Iran Sayid Ali Khamenei dalam penyataan bela sungkawanya mengakui kemarja’an Sayid Fadlullah. Memang beliau tokoh besar abad dua puluh masehi, yang semangat untuk melawan pemerintahan Israel dan zionisme. Saya kira masyarakat Palestina patut mengucapkan terima kasih kepada Sayid Fadlullah. *** (ahmad sahidin, alumni uin sgd bandung)

Bagi yang tertarik membaca kajian dan fatwa dari Marja Taqlid (almarhum) Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah bisa dilihat pada situs Bayynat

Sat, 13 Jul 2019 @09:00

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved