Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Mengandalkan Sekolah dalam Pendidikan Seksual bagi Anak

image

Tanya: Bukankah mengandalkan sekolah dalam masalah pendidikan seksual bertentangan dengan hubungan kepercayaan antara anak-anak dan keluarganya? Semisal, ketika seorang ibu meminta pengajar (wanita) untuk menjelaskan kepada putrinya tentang tanda-tanda baligh

Jawab: Adakalanya dalam pendidikan seksual anak, seorang ibu perlu menggunakan perantaraan orang lain karena adanya rintangan yang mencegahnya untuk menyampaikan masalah itu kepada anak-anak seperti karena rasa malu atau tak tahu metode penyampaiannya. 

Kita tahu, ketika anak gadis diantar ke rumah suaminya (pada malam pernikahannya). Umumnya seorang ibu tidak mengajarkan sendiri kepada putrinya tentang masalah hubungan suami istri, tetapi dia meminta bantuan orang lain untuk menyampaikannya. Perilaku seperti ini banyak menimbulkan dampak negatif dan harus dicegah.

Namun dalam perkara-perkara sensitif seperti ini, kita tidak bisa menarik garis umum yang bisa ditempuh semua orang. Setiap kasus memiliki ciri khas sendiri. Adakalanya menjadikan tindakan tersebut menjadi perkara negatif dan terkadang pula dianggap positif. Prinsip umum dalam masalah ini adalah adanya keterbukaan hubungan antara kedua orang tua dengan anak-anaknya. Prinsip ini menuntut kita untuk memaparkan pendidikan seksual secara transparan dan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sesuai. *** 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

 

Thu, 25 Jul 2019 @14:47

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved