Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Kuliah Ilmu Kalam: Bagian Keempat [by Mulyadhi Kartanegara]

image

 

Penciptaan dari Tiada (Creatio ex Nihilo)

Sudah menjadi sebuah kepercayaan umum dari para teolog Muslim (Mutakallimun) bahwa alam adalah ciptaan (dicipta) Allah. Persoalannya apakah alam dicipta dari tiada atau dari sesuatu yang ada, yakni materi abadi yang ada sebelum penciptaan. Secara lebih teknis pertanyaannya adalah apakah kata tiada dalam ungkapan “dicipta dari tiada” itu memang sesuatu (sya’i) atau bukan sesuatu (lā syai). 

Kaum Mu‘tazilah pada umumya menyatakan bahwa yang tiada (al-ma‘dūm) itu adalah sesuatu, sedangkan kaum Sunni menyatakan bahwa yang tiada itu bukan sesuatu (lā syai). Pertanyaan yang sebenarnya adalah apakah alam dicipta dari tiada, atau dari ada, dalam arti materi awal yang ada sebelum penciptaan dunia? 

Islam dari semula percaya bahwa dunia kita ini pernah tiada dan kemudian baru dicipta. Namun atas pengaruh dari Plato (dan Aristoteles) tentang materi abadi yang ada sebelum penciptaan, kaum Mu‘tazilah mengganti kata madum dalam formula ‘dunia dicipta dari tiada (min al-ma‘dum) dengan sesuatu. 

Untuk menggambarkan penciptaan alam dari tiada, di pihak lain, kaum ortodoks (Sunni) merasa perlu menciptakan istilah baru untuk memahamkan ide Creation ex nihilo. Maka diciptakanlah istilah min lā syai, dari tiada, seperti yang digunakan beberapa abad kemudian oleh al-Jurjani. Tapi lama kelamaan istilah yang dipakai adalah la min syai seperti yang digunakan oleh pengarang Fiqh al-Akbar al-Farabi dan al Mas‘udi. *** 

Mulyadhi Kartanegara adalah Pakar Filsafat

 

 

Fri, 26 Jul 2019 @11:19

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved