Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Kuliah Ilmu Kalam Bagian Keenam [by Mulyadhi Kartanegara]

image

Teori Atom

Sumber Filosofis Teori Atom: Menurut Wolfson dalam bukunya The Philosophy of the Kalam, sumber filosofis atomisme yang diterima para Mutakallimun adalah filsafat Yunani Kuno, terutama Leucipus dan Demokritos. Mereka mengambil teori atom untuk menolak kausalitas.

Menurut Majid Fakhry, sumber filsosofis teori atom mereka bukan dari Yunani tetapi dari India, yang berpandangan bahwa dunia terdiri dari atom-atom. Tetapi atom-atom tersebut hanya bertahan satu dua saat saja. Para Mutakallimun mengambil teori ini untuk memotong semua sebab-sebab sekunder, sehingga Tuhan menjadi agen dan sebab pertama dari semua peristiwa alam, setelah disingkirkannya oleh kaum Mu’tazilah dan para filosof semua sebab sekunder. 

Teori Atom: Atom. Menurut pandangan umum Mutakallimun, setiap atom (al-jauhar) yang diciptakan oleh Tuhan haruslah memiliki aksiden-aksiden (a‘rādh) yang tidak bisa dipisahkan darinya, seperti warna, rasa, gerak dan diam, kecuali kuantitas, karena, menurut mereka, substansi-substansi itu tidak ada yang memiliki kuantitas. Menurut mereka, aksiden yang ada dalam sebuah jasad tak ada satu-pun yang dapat dikatakan menjadi milik jasad secara keseluruhan. Namun aksiden tersebut ada pada tiap atom dengan mana jasad tersebut tersusun. Misalnya tentang gerak, mereka mengatakan bahwa apa yang bergerak adalah tiap atom dari  komponennya dan hanya melalui mereka jasad secara keseluruhan bergerak.

Menurut Mutakallimun, atom tidak bertabrakan secara kebetulan saja, melainkan digabungkan oleh Allah. Sebagian mereka berpendapat bahwa atom bisa dilihat oleh mata. Sebagian lagi berpendapat sebaliknya. Sebagian besar Mutakallimun berpendapat bahwa atom adalah sama dalam jenisnya, walaupun Ka‘bi berpendapat bahwa atom itu ada yang sama dan ada yang tidak sama. 

Tentang apakah ada kekosongan (khulw) dalam jasad, mayoritas Mutakallimun percaya bahwa kekosongan (dalam arti tidak ada sesuatu apapun atau kosong sama sekali dari segala jasad dan hampa dari segala substansi) memang ada. Terakhir, menurut pada guru Kalam, segala sesuatu yang ada di dunia ini tersusun atas atom-atom, termasuk di dalamnya, jarak, gerak dan waktu. ***

Mulyadhi Kartanegara adalah Pakar Filsafat

 

Fri, 26 Jul 2019 @11:28

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved