Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Kuliah Ilmu Kalam Bagian Kesepuluh [by Mulyadhi Kartanegara]

image

Mutakallimun yang Menerima Kausalitas

Kalau uraian yang lalu merupakan pandangan yang menolak kausalitas, maka yang sekarang ini adalah pandangan-pandangan Mutakallimun yang membenarkan adanya kausalitas. Adapun tokoh-tokoh Mutakallimun yang yang mewakili pandangan ini adalah Mu‘ammar dan al-Nazhzham.

Menurut Mu‘ammar, Tuhan tidaklah menciptakan aksiden apapun. Ia hanyalah menciptakan benda-benda (tubuh), sedangkan aksiden-aksiden adalah produk (ikhtirā‘āt) dari benda itu sendiri, baik melalui alam (thabi’at), seperti membakar yang dikeluarkan oleh api, panas oleh matahari, dan pewarnaan oleh bulan, atau melalui pikiran, seperti gerak dan diam, komposisi atau pemisahan yang dihasilkan oleh makhluk hidup.

Mua‘mmar juga menggambarkan Tuhan hanya berkuasa atas substansi (jauhar), sedangkan terhadap aksiden Tuhan tidak bisa dikatakan ‘berkuasa.’ Misalnya, Ia tidak menciptakan kehidupan maupun kematian, kesehatan atau penyakit, kekuatan atau kelemahan, karena itu adalah tindakan substansi menurut tabi‘atnya sendiri. Kehancuran sebuah benda, menurutnya, adalah tindakan benda sesuai dengan tabi‘atnya. Keberhasilan sebuah benih atau kegagalannya adalah tindakan dari si benih itu sendiri. Tuhan dalam hal ini, tidak punya pengaruh atau tindakan apapun terhadap aksiden, bahkan Ia juga tidak menciptakan kehidupan ataupun kematian. Kesimpulannya adalah bahwa Tuhan dalam penciptaan dunia hanyalah menciptakan atom-atom dan penggabungannya ke dalam jasad-jasad. 

Dan bahwa dalam setiap atom terdapat sebuah tabi‘at dan bahwa, ketika penggabungan atom-atom membentuk sebuah jasad, totalitas dari tabia‘at-tabi‘at atom membentuk tabi‘at benda, sehingga ketika tiap atom dalam penggabungan tersebut melahirkan, melalui tabi‘atnya sendiri, aksiden-aksiden dalam dirinya, tubuh juga, sebagai keseluruhan, melahirkan aksiden-aksiden dalam dirinya melalui tabi‘atnya. *** (Mulyadhi Kartanegara adalah pakar filsafat Islam)

 

Thu, 1 Aug 2019 @09:58

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved