Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Disertasi Milkul Yamin dan Kebebasan Akademik

image

Kang Jalal (Dr Jalaluddin Rakhmat) juga menulis disertasi yang kontroversial enam tahun lalu di UIN Alauddin Makassar. Judulnya Asal-Usul Sunnah Sahabat: Studi Historiografis atas Tārīkh Tasyrī’. 

Dengan menulis disertasi ini, Kang Jalal menjadi memiliki otoritas akademik untuk berbicara isu-isu keislaman. Sebelumnya, meski dikenal sebagai cendekiawan muslim ia adalah Doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi (menurut Mas Teguh Sugiharto, Doktornya Kang Jalal di Australia di bidang Ilmu Politik). Disertasi (Kang Jalal di UIN Alauddin) ini membuat heboh. Ada demonstrasi dan tekanan kepada kampus untuk tidak meluluskannya. 

Saya punya adik ipar dosen di UIN Alauddin. Saya bertanya kepadanya bagaimana respon kampus terhadap tekanan ini? "Kampus membela hak Kang Jalal sebagai akademisi." 

"Bukankah disertasi ini bersimpang dari pemahaman yang umum dipahami selama ini?" tanya saya. "Itu kebebasan akademik," jawabnya. 

Saya terkaget dengan jawabannya. Jujur saya tidak berpikir jawaban seperti ini akan keluar daripadanya. Saya mengira, dari penampilannya, ia akan turut menolak disertasi itu. Maklumlah, ipar saya ini berjenggot panjang yang biasanya sikap orang yang berpenampilan demikian tidak seperti yang ditunjukkan oleh ipar saya itu. 

Ia tersenyum ketika saya sampaikan keterkejutan saya pada sikapnya. Selanjutnya, kami jadi lebih leluasa untuk bertukar pikiran. Sebelumnya, saya jaga-jaga. 

Dalam hal ini, saya salut pada UIN Alauddin Makassar yang telah bersusah payah menjaga kebebasan akademiknya meski berhadapan dengan tekanan massa. Sampai hari ini, disertasi kang Jalal tidak harus diubah, ia tidak diancam, tidak disuruh ini itu demi memenuhi tekanan massa itu. Proses akademiknya berjalan normal sebagaimana sewajarnya. 

UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) kini diuji dengan kasus tekanan pihak luar terhadap disertasi mahasiswanya yang telah diluluskannya. Disertasi yang membahas Milkul Yamin dalam pemikiran Mohammad Shahrour itu tidak disetujui oleh pihak-pihak luar kampus. Jika UIN Sunan Kalijaga gagal bertahan, ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia akademik. Bukan saja di UIN Sunan Kalijaga, tetapi bagi masyarakat ilmiah secara umum. *** 

(Tulisan dikirim oleh Salman Al-Farisi melalui WhatsApp Group Misykat, 06/09/2019; jam 7.30 wibb)


Fri, 6 Sep 2019 @07:43

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved