Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Di Bandung, IJABI Gelar Haul Imam Husain as Tanpa Gangguan Massa Intoleran

image

10 Muharram dalam tarikh umat Islam merupakan hari duka cita bagi kaum Muslimin yang bermazhab Syiah dan para pecinta Ahlulbait Rasulullah Saw di seluruh dunia.

Begitu pun di Indonesia, di beberapa daerah menjelang tanggal 10 Muharram diadakan agenda keagamaan berupa Haul Imam Husain as, cucu Nabi Muhammad Saw, yang wafat di Karbala, Irak.

Peristiwa tragis ini terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriah, Imam Husain as bersama sekira 70 pengikutnya dibantai oleh sekira 70.000 pasukan yang dikirim oleh Khalifah Yazid bin Muawiyyah yang menjadi penguasa Dinasti Umayyah di Damaskus, Syam (Suriah). Imam Husain dibunuh karena tidak memberikan baiat pengesahan kekuasaan atas diri Yazid yang secara perilaku tidak sesuai ajaran Islam. Daripada melegitimasi kekuasaan yang zalim dan melanggar nilai-nilai Islam, Imam Husain as menentangnya sampai titik darah penghabisan.

Pascawafat Imam Husain, Ali Zainal Abidin yang merupakan putranya dan kaum Muslimah dari keluarga Rasulullah saw dirantai dan dibawa ke Damaskus untuk diserahkan kepada Yazid bersama kepala Imam Husain as. Dari peristiwa pembantaian sampai penguburan jenazah Imam Husain as terekam dalam memori keluarga Rasulullah saw. Peristiwa tragis itu dicatat dalam kitab tarikh yang kemudian dibaca secara turun temurun. Sampai para ulama dan ahli sejarah pun menulis ulang tentang peristiwa Asyura yang memilukan dalam sejarah. Setiap 10 Muharram, narasi sejarah tragedi Imam Husain as ini dibaca kembali dan diambil sebagai ibrah untuk kehidupan kaum Muslimin. 

Asyura IJABI

Sebagai upaya mengenang kepahlawanan Imam Husain as di Karbala dan mengambil teladan dari peristiwa Asyura ini, yang dilakukan komunitas IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) pada bulan Muharram 1441 Hijriah. Kegiatan Asyura yang diselenggarakan di Bandung ini berjalan dengan lancar tanpa gangguan dari massa intoleran, yang sebelumnya beredar informasi akan menggagalkan peringatan Asyura.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah Swt. Peringatan Haul Cucu Rasulullah saw, Asyura Syahadah Imam Husain as bisa terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh berkah,” kata Ketua Umum IJABI Syamsuddin dalam rilis yang dikirimkaan pada redaksi misykat.net.

Menurut Syamsuddin, majelis asyura ini dihadiri oleh umat Islam pecinta Ahlulbait Nabi yang memadati tempat acara sejak pagi hingga siang hari. Jamaah pecinta Ahlulbait disambut dengan shalawatan oleh santri Madrasah Sajjadiyyah yang dipimpin Habib Hamid Abu Ali Alaydrus. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran mengawali majelis, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta hymne dan mars IJABI.

Dalam acara Asyura ini, Ketua Umum PP IJABI Syamsuddin Baharuddin menyampaikan sambutan dan Sekretaris Dewan Syura IJABI Ustadz Miftah Rakhmat menyampaikan ceramah berupa hikmah dan keteladanan Imam Husain as. Di antaranya menyatakan agar jamaah IJABI senantiasa bersabar atas berbagai musibah dan senantiasa menjaga cintanya kepada Ahlulbait Rasulullah saw.

Puncak acara diisi dengan Maqtal Imam Husain as oleh KH Dr Jalaluddin Rakhmat Msc, selaku Ketua Dewan Syura IJABI. Ustadz Jalal membacakan narasi Asyura berjudul Kaifa Shabruk; Sanggupkah Kamu Menanggungnya? yang mengisahkan kisah perjuangan para teladan suci Keluarga Nabi dalam kesabaran.

Narasi maqtal diakhiri dengan menyanyikan lagu "Gugur Bunga" ciptaan Ismail Marzuki secara bersama. Dilanjutkan senandung pupuh maskumambang Imam Husain anggitan Kang Jalal dengan iringan kecapi dan suling khas Sunda. Kemudian disambung doa ziarah oleh Habib Ali Alaydrus yang memimpin jamaah berziyarah secara ruhaniah kepada para Nabi dan Rasul serta para Imam Ahlulbait.

“Acara yang berlangsung selama 3,5 jam berjalan lancar tanpa gangguan, meski sebelumnya beredar kabar adanya penolakan pelaksanaan Asyura dan ancaman pembubaran oleh kelompok intoleran. Hingga acara berakhir dan jamaah meninggalkan tempat acara, tidak terlihat seorangpun dari gerombolan massa intoleran,” tulis Syamsuddin.

Peringatan Asyura di Bandung ini tidak hanya digelar oleh komunitas IJABI, tetapi juga jamaah majelis shalawat di Ciwastra dan warga Kabuyutan Gegerkalong pada Senin malam (9/9/2019) berjalan lancar dari awal sampai doa penutup.

Tidak hanya di Bandung, beberapa komunitas Muslim Syiah yang tersebar di Jawa Barat pun menyelenggarakan Asyura dari rumah ke rumah dan puncaknya diadakan di Bandung dan Jakarta. *** (Abu Misykat/10-09-2019)     

 

Tue, 10 Sep 2019 @20:26

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved