Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sayyid Fadhlullah: Suasana Suka Cita dan Gembira di Tengah Keluarga Sangat Membantu Proses Pendidikan Anak

image

Tanya: Apakah Anda berpendapat bahwa penciptaan suasana suka cita dan gembira di tengah keluarga sangat membantu proses pendidikan anak atau malah berperan dalam menyimpangkan pendidikan dari yang diharapkan? 

Jawab: Sesungguhnya, menciptakan suasana suka cita dan gembira di tengah keluarga akan menyebabkan anak-anak merasa senang dan ini sesuai dengan tabiat kekanak-kanakannya. Suasana harmonis seperti itu akan memberikan rasa aman pada anak-anak. Ketika anak diberi kesempatan untuk tertawa, bermain, dan bersenang-senang, maka dia akan lebih berkembang dan merasa puas lantaran kebutuhan masa kanak-kanaknya telah terpenuhi secara cukup. 

Apabila kita memperketat gerak-gerik anak, ini akan membuatnya merasa terkekang dan tertekan. Ketika seorang anak dilarang bermain dan berekspresi secara bebas maka hal ini akan berdampak negatif pada keperibadiannya. Ujungnya kondisi ini akan mendorongnya melarikan diri dari rumah, sebagaimana narapidana yang hendak melarikan diri dari penjara. Menciptakan suasana harmonis di tengah keluarga akan memberikan rasa nyaman dan tenteram dalam rumah, karena sang anak akan menemukan suasana alami di dalamnya. 

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Barangsiapa yang memiliki anak kecil, maka hendaklah dia bersikap kekanak-kanakan terhadapnya.”

Maksudnya bahwa anggota keluarga hendaknya bermain-main dan bersenang-senang dengan anak kecil dan mereka semestinya memasuki dunianya, sehingga si anak merasakan adanya teman yang sebaya dengannya di tengah keluarga tersebut. Inilah yang kita lihat dalam sejarah Nabi Muhammad Saw sehubungan dengan pendidikan Imam al-Hasan as dan Imam al-Husain as.

Rasulullah saw membungkukkan tubuhnya supaya keduanya dapat naik ke punggungnya dan terkadang Rasulullah saw memperpanjang sujudnya tatkala salah seorang cucunya itu naik di punggungnya. Karena itu, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: “Apakah wahyu telah turun kepada Anda?” Beliau Saw menjawab: “Tidak, tetapi aku tidak ingin membuat kaget cucuku.”

Meski demikian, menciptakan suasana suka cita dalam rumah membutuhkan keseimbangan, agar kedua orang tua tidak sampai kehilangan wibawa mereka di depan anak. Hendaknya, keduanya tak bersikap kasar dan keras sehingga anak-anak menjadi hormat pada keduanya lantaran tertekan dan takut. Kita mesti katakan bahwa penciptaan suasana suka cita dan bahagia dalam keluarga merupakan dasar yang sehat dalam pendidikan, tetapi kita perlu menjaga keseimbangannya.*** 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

Wed, 18 Sep 2019 @10:44

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved