Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Quraish Shihab: Syafii Benar, Malik Benar, Syiah Benar

image

Quraish Shihab dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Muis Singapore pada Desember 2018, berbicara tentang hukum mengucapkan natal yang pada kesimpulannya beliau memperbolehkannya sepanjang tidak dengan Akidah.

Namun, dalam kelanjutan penjelasannya, beliau juga berbicara tentang perbedaan pendapat di antara umat Islam itu sendiri dalam konteks yang lebih luas.

 “Mempersatukan segala sesuatu itu mustahil. Gunung saja beragam, tumbuh-tumbuhan beragam, manusia beragam. Kita boleh jadi punya rambut sama hitam tapi fikiran kita berbeda-beda. Alquran menggariskan satu prinsip, boleh berkelompok-kelompok, tapi jangan berkelahi, jangan berselisih. Kita harus bisa berkata lagi, sebenarnya Allah mau kita berbeda, tapi Dia tidak mau kita bertengkar,” ujar Quraish.

Beliau melanjutkan, “Kalau Allah mau kita sama, Quran tidak bisa mengandung penafsiran yang berbeda-beda. Saya kalau berkata ‘Saya belum makan’ apa artinya? Bisa berarti saya lapar, bisa berarti saya masih kenyang, bisa berarti jangan habiskan makanan itu. Beda-beda kan? Ayat Alquran juga begitu. Anda paham begini, saya paham begini, itu paham begini, semuanya bisa benar, dan semua bisa salah.”

Perbedaan Madzhab dalam Islam

Terkait perbedaan madzhab di dalam Islam, beliau menjelaskan, “Tuhan berikan kepada setiap orang yang punya otoriti untuk memberi pendapat, bahwa kalaupun salah dikasih ganjaran (pahala). Jadi, ada Syafi’i, ada Maliki, ada Syiah, ada Salafi dan sebagainya, kita jangan berkelahi. Alquran itu seperti hidangan Ilahi, semakin kaya orang semakin beragam hidangannya. Apakah anda marah kalau anda undang saya, Anda siapkan teh, siapkan kopi. Kalau saya pilih teh? Tak marah ya.  Kalau ada yang pilih kopi silahkan, ada yang pilih teh, kita bisa bersatu.

“Jadi kalau mau paham Salafi, mau paham Syiah, selama tidak bertentangan dengan prinsip prinsip dasar agama, itu titik temu. Yang salah kalau Anda maki saya, yang salah kalau Anda kafirkan saya. Karena yang kafir itu dalam Islam yang tidak mempercayai rukun iman, ya kan? Akidah. Kalau beda fiqih, beda pandangan, beda ini, silahkan. Tuhan juga mau kita begitu, ‘Ihktilaaf Ummatii Rahmah’ (Perbedaan umatku adalah rahmat). Saya kira itu pendapat saya.”

Riwayat tentang 73 Golongan

Mengenai cara mencapai kebenaran dalam Islam, Quraish Shihab menjelaskan, “Masyarakat kita itu tidak paham agamanya dengan baik. Ulama-ulama kita tidak mampu menjelaskannya kepada mereka dengan baik. Jadi ada yang berkata, bahwa cuma satu yang benar. Mestinya kita ajarkan bahwa dalam rincian ajaran agama itu bisa bermacam-macam yang benar.

“Saya beri contoh, lima tambah lima berapa? Sepuluh. Sembilan salah, ya kan?  Ok, Tuhan tidak tanya lima tambah lima berapa, yang Dia tanya, sepuluh (itu) berapa tambah berapa? Tujuh tambah tiga benar? Enam tambah empat benar? Lima tambah lima benar? Bisa beragam, ya kan? Ini yang harus kita ajarkan kepada masyarakat.

“Syafi’i benar, Malik benar, Syiah Itsna Asyariyyah benar. (Bagaimanapun) kalau Syiah yang berkata Nabi Muhammad bohong, kita tidak terima. Jadi begitu, Salafi benar menurut dia, boleh jadi menurut saya tidak benar. Tetapi mari kita hidup damai bersama-sama, itu tuntunan ulama sejak dulu.

“Itu sebabnya di dalam Alquran ada ayat ‘yahdii bihi allaahu mani ittaba’a ridhwaanahu subula alssalaam’ (Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, kutipan Surat Al-Ma’idah Ayat 16-red). Allah memberi petunjuk kepada hamba-hambanya yang mencari ridhanya jalan-jalan kedamaian. ‘Jalan-jalan,’ banyak jalan. 

“Orang berkata banyak jalan menuju ke Roma ya? Lebih banyak jalan menuju ke sorga. Anda mau jalan di sini silakan, mau jalan di situ silakan, yang penting kita menuju kepada Allah SWT. Itu sebenarnya yang digambarkan oleh ulama-ulama dulu.

“Itu sebabnya ada riwayat yang berkata, ‘Akan terbagi umatku menjadi 73 golongan. Semua masuk sorga kecuali satu.’ Bukan – ada riwayat lain (yang salah), ‘Semua masuk neraka kecuali satu.’ Guru saya Syeikh Abdul Halim berkata, riwayat yang lain berkata, ‘Semua masuk sorga kecuali satu.’ Udah lama kita masuk sorga walaupun kita beda-beda di sini. Itu yang diajarkan oleh ulama,” tutup Quraish Shihab. *** 

Sumber https://islamindonesia.id/kajian/quraish-shihab-syafii-benar-malik-benar-syiah-benar.htm


Fri, 20 Sep 2019 @09:39

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved