Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sayyid Fadhlullah: Rasa Takut pada Anak akan Menumbuhkan Sikap Pengecut

image

Tanya: Sebagian keluarga menggunakan cara menakut-nakuti anak untuk menumbuhkan wibawa bagi diri mereka sendiri dan menanamkan kepatuhan dalam diri anak. Sejauh mana Anda memandang rasa takut itu bermanfaat dalam proses pendidikan? 

Jawab: Kita memandang bahwa keluarga tidak boleh memperlakukan anak dengan memanfaatkan faktor rasa takut dalam dirinya hanya dengan alasan bahwa reaksi atas rasa takut itu terkadang membawa dampak positif, yaitu si anak menjadi patuh pada orangtuanya. Sebaliknya, rasa takut ini akan tertanam dalam dirinya sehingga dia tumbuh besar sebagai pribadi pengecut dan bimbang.

Di sisi lain, rasa takut pada anak akan melahirkan perasaan negatif terhadap keluarganya, yang terkadang dapat mengubahnya menjadi pribadi yang membangkang di masa datang. Menurut saya, menumbuhkan kepercayaan terhadap keluarga, menanamkan cinta dalam diri anak-anak, dan memuaskan keinginan mereka (secara wajar) justru akan memberikan lebih banyak hasil positif bagi prilakunya ketimbang rasa takut. Yang diharapkan dari anak kecil sebagaimana diharapkan juga dari anak yang beranjak dewasa adalah terbangunnya prilaku yang baik dan ditinggalkannya perilaku buruk secara sukarela. 

Membangun perilaku anak sebagaimana kita inginkan atau melarangnya dari prilaku tertentu dapat dimulai dengan membangun landasan bagi sikap puasnya, baik kepuasan terhadap prilaku kekanak-kanakannya ataupun prilaku orang dewasa (di sekitarnya). Di sini, rasa takut termasuk unsur yang membangkitkan kesadaran sehingga mendorong analf kecil pada suatu perilaku tertentu. Apabila seorang anak diarahkan pada perilaku tertentu dengan memberikannya kebebasan memilih, maka pengaruhnya akan lebih mendalam ketimbang kita menekannya dengan cara menakut-nakutinya.

Sebenarnya paksaan dengan kekuatan terkadang mendorong anak untuk memberikan penilaian atas keluarganya, yaitu penilaian sebagai orang yang tidak puas atas sesuatu dan sebagai orang yang sedang berpikir untuk menentang sebuah kekuatan pemaksa. Perilaku yang timbul dari rasa takut akan berubah menjadi kebalikannya saat rasa takut yang menekan telah menghilang. ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

Tue, 24 Sep 2019 @10:09

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved