Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Amalan untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

image

Soal: Ibu saya baru beberapa hari yang lalu meninggal dunia (wafat). Saya ingin bertanya kepada Anda bahwa saya mesti berdoa seperti apa sehingga ruhnya bisa mendapat ketenangan dan kebahagiaan? Saya shalat wahsyah setiap hari dan dihadiahkan yang sudah meninggal dunia. Apakah yang saya lakukan ini benar? Saya sangat mengaharapkan bimbingan dan petunjuk dari Anda. 

Jawab: Dalam banyak riwayat telah dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang diperuntukan bagi yang sudah meninggal dunia. Di antara hal-hal yang dianggap mustahab (sunah) dalam banyak riwayat adalah sedekah, membaca Al-Quran, dan amal saleh yang dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal dunia.    

Tentang sedekah, ada riwayat bahwa seseorang dari Bani Sa’adah yang ibunya telah meninggal, datang menemui Rasulullah Saw dan berkata: Ibuku meninggal ketika saya sedang tidak ada, jika saya bersedekah untuk ibuku apakah pahalanya akan sampai kepadanya? Rasulullah Saw menjawab: Iya (Huwaisy Ali Ghazi Abdul Qadir, Bayan al-Ma’âni, jilid 1, halaman 203; Mathba’ah al-Taraqqi, Damaskus, Cetakan Pertama, 1382 S. dan Muhammad bin Ahmad Qurthubi, al-Jâmi’ Li Ahkâm al-Qur’ân, Intisyarat-e Nashir Khusru, Teheran, Cetakan Pertama, 1364 S). 

Berkaitan dengan membaca al-Quran, bahwa dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang lewat di pekuburan dan membaca surat al-Ikhlas sebanyak sebelas kali dan pahalanya dihadiahkan kepada yang meninggal dunia, maka pahalanya itu akan diberikan kepadanya sebanyak jumlah orang-orang yang mati itu” (Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jilid 10, halaman 368; Muassasah al Wafa’, Beirut, 1404 H). 

Kemudian tentang melakukan amal saleh, dari Imam Jafar Shadiq berkata: ”Sedekah, berdoa dan berbuat baik, itu akan sampai kepada orang yang meninggal dan pahalanya itu diberikan kepada yang melakukan amal saleh ini dan kepada orang yang sudah meninggal dunia” (Syaikh Hurr ‘Amili, Wasâil al-Syi’ah, jilid  8, halaman 279, Muassasah Ali al-Bait As, Qum, 1409 H).

Imam Jafar juga menyampaikan: ”Setiap muslim yang mewakili orang-orang yang sudah meninggal untuk melakukan suatu amal saleh, maka Allah Swt akan melipatgandakan pahalanya dan orang-orang yang sudah meninggal dunia bisa mengambil manfaat darinya” (Ibnu Fahad Hilli, ‘Uddat al-Da’i, halaman 146; Dar al-Kitab al-Islami, Qum, 1407 H). 

Terakhir, dianjurkan melakukan shalat wahsyah (atau dalam mazhab Ahlussunnah disebut shalat unsi). Ibrahim bin Ali ‘Amili Kaf’ami dalam kitab al-Mishbâh (halaman 411, Nasyr-e Dar al-Ridha, Qum-Iran, Cetakan Kedua, 1405 H) bahwa dianjurkan melakukan dua rakaat shalat wahsyah (shalat yang dihadiahkan untuk yang meninggal dunia pada malam pertamanya setelah dikuburkan. Bisa juga dilakukan pada waktu lainnya dengan amalan-amalan yang disebutkan di atas untuk ibu (orang yang wafat) sehingga jiwa dan ruhnya mendapat ketenangan dan kedamaian. *** 

Sumber https://www.islamquest.net/id/archive/question/fa14205

Thu, 10 Oct 2019 @15:10

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved