Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Hukum Memutus Hubungan Anak dengan Kakek

image

Tanya: Terkadang, keluarga menyeret anak-anak untuk memutuskan hubungan dengan kakek atau keluarga dekatnya lantaran sebab-sebab pribadi. Dalam keadaan seperti ini, apakah seorang anak wajib patuh pada orang tuanya? 

Jawab: Memang terkadang terjadi suatu kondisi sehingga keluarga memutuskan hubungan dengan kerabat dekatnya. Akan tetapi, itu bukan berarti mereka harus menyeret anak-anak ke dalam persoalan pribadi mereka. Sebab anak tidak turut campur di dalamnya. Jika jalinan hubungan dengan kerabat dekat dapat menimbulkan bahaya bagi moral anak atau bagi perkembangan agama dan sosialnya, misalnya salah seorang kerabat itu adalah pecandu minuman keras dan obat-obat terlarang, atau penjahat profesional dan sebagainya, maka keluarga berhak melarang anaknya berhubungan dekat dengan mereka. Sebab hal itu menyangkut hidup sang anak dan sangat membahayakan perkembangan sisi akhlak, kejiwaan, dan sosialnya. 

Kadangkala mendidik anak untuk memusuhi kerabat dekatnya dapat mengakibatkan terciptanya suasana kejiwaan yang buruk bagi anak, yang berpengaruh bagi kehidupan sosialnya di masa datang. Di tengah masyarakat, banyak kita saksikan keluarga yang menyeret anak-anak memusuhi kakek-kakek mereka, bahkan pada taraf permusuhan yang berlangsung selama puluhan tahun. Ada pula permusuhan yang berujung pada pertikaian dan pertumpahan darah. 

Oleh karena itu, kedua orang tua yang hendak berbuat baik kepada anak-anaknya meletakkan permusuhan mereka dengan orang lain itu pada ukuran yang wajar dan tak mempengaruhi anak-anak dengan kedengkian, kebencian, dan permusuhan. ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

Thu, 24 Oct 2019 @08:36

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved