AUDIO KAJIAN ISLAM

TATA CARA SHALAT

Tanya Jawab Islam
image

 

Flash Disk OTG Kajian Islam
image

.

Facebook Misykat
image

.

BAHAN BACAAN (Buku PDF)

Bersahabat Positif dan Membangun [by Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah]

image

Bersahabat positif adalah konsep berhubungan dengan sesama manusia dengan didasari dengan ketakwaan. Hubungan ini akan mempertegar kehidupan manusia dan mengarahkan pemikiran dan hatinya (ke satu arah kesempurnaan) yang konsekuensinya, pikirannya tidak akan tergerak kecuali untuk kebenaran, hatinya tidak akan berdenyut kecuali demi kebaikan dan roda kehidupannya tidak akan bergulir kecuali di atas jalan yang benar. 

Jika seseorang telah bertakwa dan kehidupannya didasari ketakwaan maka secara otomatis ia akan menginginkan kebaikan dari sahabatnya dan akan selalu membimbingnya. Karena agama itu sendiri adalah kebaikan. Atas dasar itu, sahabat semacam ini akan selalu setia terhadap sahabatnya. Karena kesetiaan merupakan salah satu tanda keimanan. 

Jika seseorang telah beriman dan bertakwa, ia pasti akan menolong sahabatnya dan siap mendahulukannya daripada dirinya dan lebih mementingkan kehendaknva daripada kehendaknya sendiri. Karakter semacam ini hanya dimiliki melalui persaudaraan yang didasari agama. 

Allah Swt menginginkan setiap hubungan dengan sesama manusia hendaknya didasari dengan takwa. Karena hubungan sernacam ini akan dimulai hanya demi menggapai keridhaan Allah, Nabi dan para wali-Nya dan akan langgeng di atas rel Islam. Oleh sebab itu, selama seorang Muslirn masih bartakwa pada hakikatnya ia telah berpegang teguh pada tali Allah yang tidak akan pernah terkoyak. 

Allah Swt berfirman: Maka barangsiapa yang mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah, maka ia telah berpegang teguh kepada tali yang kuat dan tak terkoyakkan (QS Al-Baqarah: 256). 

Bersahabat semacam itu akan kekal hingga hari kiamat. Karena bersahabat yang didasari iman kepada Allah dan takwa akan memiliki tempat khusus di akhirat kelak. Akhirat adalah tempat terhamparnya keridhaan-Nya yang luas dan nikmat-nikmat-Nya yang kekal. 

Oleh karena itu, Allah berfirman: Pada saat itu (kiamat) orang-orang saling memusuhi sahabat mereka sendiri kecuali orang-orang yang bertakwa (QS Az- Zukhruf: 67).

Kehangatan rasa kasih sayang bersahabat yang dimiliki orang lain (di dunia) akan berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat dan hanya persahabatan orang-orang yang hanya mencari dan menyembah Allah semata yang kekal dan abadi. Hal itu disebabkan persahabatan mereka bersumber dari sebuah muara abadi sehingga persahabatan tersebut bukan hanya tidak akan sirna dengan kematian. Bahkan sebagaimana ia dilandasi kecintaan kepada Allah di dunia ini, maka di alam akhirat pun akan tetap tetap abadi dengan fondasi yang sama. Segala sesuatu akan sirna kecuali Zat-Nya (QS Al-Qashash: 88). ***

Sumber buku Etika Ukhuwah Menurut Islam karya Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah (Jakarta: Fathu Makkah, 2004)

Thu, 16 Jan 2020 @10:46

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved