Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Sahabat di Akhirat [by Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah]

image

Dan Kami telah mencabut segala jenis rasa dengki dari qalbu-qalbu mereka, sedangkan mereka dalam keadaan bersaudara duduk berhadapan di atas singgasana-singgasana (QS Al-Hijr: 47).
 
Allah Swt meneruskan cerita perjalanan persahabatan tersebut dari dunia ini hingga dunia akhirat. Pada saat itu sahabat-sahabat seiman bertemu dengan sesama mereka di surga. Dan Kami telah mencabut segala jenis rasa dengki dari qalbu-qalbu mereka. Sedangkan mereka dalam keadaan bersaudara duduk berhadapan di atas singgasana-singgasana.

Mereka akan memasuki alam akhirat dengan tidak membawa sepercik pun rasa iri dan dengki di dalam qalbu-qalbu mereka. Seluruh eksistensi mereka dipenuhi rasa cinta kepada Allah. Atas dasar itu semua mereka mencintai seluruh manusia, baik mereka yang sehati dengan mereka maupun tidak. Mereka mencintai orang-orang yang sehati dengan mereka karena mereka sejalan dan sepemikiran dengan mereka. Dan mereka mencintai orang-orang yang tidak sehati karena menganggap mereka adalah hamba-hamba Allah dan satu rumpun dengan diri mereka. Mereka dengan tulus mencintai karena ingin mengajak mereka ke jalan yang benar.
 
Selayaknya demikian. Jika seseorang secara tulus beriman kepada Allah dan hatinya telah terpenuhi dengan kecintaan kepada-Nya, tidak akan ada tempat di hatinya bagi rasa iri dan dengki (terhadap sesama).

Hal ini dapat kita teladani dari sejarah kehidupan Rasulullah Saw (shallallahu 'alaihi wa alihi wassalam). Ketika para musuh mengganggu, Nabi Muhammad Saw hanva mengadu kepada Allah dengan memanjatkan doa: Ya Allah, tunjukilah kaumku karena mereka tidak mengetahui.
 
Ringkas kata bahwa orang-orang yang tidak memiliki rasa dengki terhadap sesama dan mencintai atas dasar kecintaan mereka kepada Allah adalah orang-orang yang bertakwa dan mukmin sejati. Rasulullah Saw bersabda: Para makhluk adalah keluarga Allah. Makhluk yang paling dicintai oleh-Nya adalah orang yang mendatangkan manfaat bagi keluarga-Nya dan menghadiahkan kebahagiaan kepada rumah-rumah mereka.

Di akhir penggalan surah Al-Hijr ayat 47 disebutkan: “... sedangkan mereka dalam keadaan bersaudara duduk berhadapan di atas singgasana-singgasana.” Mereka (ini adalah) para sahabat seiman. Di samping saling mencintai, bercakap-cakap dengan penuh bahagia sambil duduk berhadapan di atas singgasana-singgasana, (mereka) menjalani kehidupan dengan penuh ketenteraman dan selalu mendapat curahan ridha Allah yang sangat agung. Dan keridhaan dari Allah yang amat agung. ***

Sumber buku Etika Ukhuwah Menurut Islam karya Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah (Jakarta: Fathu Makkah, 2004)


					

Fri, 24 Jan 2020 @13:22

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved