Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Fakta Kelam Sahabat Nabi dalam Realitas Sejarah [by Muhammad Abdul Fatah]

image

Review buku Genealogi Hadis Politis Al-Muawiyat dalam Kajian Islam Ilmiah karya Dr Muhammad Babul Ulum. Sebelum mulai me-review buku ini, saya ingin memberikan beberapa catatan sebagai peringatan mengenai buku ini.

Pertama, buku ini merupakan disertasi yang banyak mengungkap fakta sejarah yang dikaji secara ilmiah. Jadi kita tidak bisa menjudge bahwa buku ini menyesatkan, ada baiknya membantah buku dengan sebuah buku. Kedua, buku ini dilabeli ‘U 19+’ yang menurut hemat saya bahwa isi dalam buku ini berat untuk dipahami oleh orang awam dan mengharapkan para pembacanya untuk bersikap dewasa.

Berdasarkan judulnya, pembahasan dalam buku ini terfokus pada permasalahan hadis politis yang mana tak bisa lepas dari peran para Sahabat. Bahkan, secara berani buku ini membantah teori ‘adalat ash-shahabah (teori keadilan sahabat) yang biasa digunakan dalam ilmu rijalul hadits untuk menentukan shahih tidaknya sebuah hadis berdasarkan rawinya, yang tak lain adalah sahabat.

Hal itu dikaji oleh penulis dikarenakan adanya indikasi pemalsuan hadis yang dilakukan oleh oknum sahabat dengan motif politik untuk melegitimasi sebuah kekuasaan. Argumentasi bahwa sahabat adalah orang terdekat Nabi yang taat patuh dan siap berkorban jiwa raga membela Nabi bertentangan dengan fakta lain yang menunjukkan sebagian mereka menghindari, bahkan melarikan diri dari medan peperangan. Juga fakta terkait sebagian sahabat yang perilakunya banyak bertentangan dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah seperti Walid bin Uqbah, sahabat yang masih suka minum anggur/khamr, bahkan sahabat senior sekaliber Umar bin Khattab yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan minum anggurnya hingga menjelang ajalnya. Buku ini mampu meruntuhkan citra suci yang selama ini melekat pada diri sahabat.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta meninggalnya khalifah Utsman bin Affan yang dibunuh oleh para pembesar sahabat, Thalhah dan Zubair. ‘Amr bin Al-‘Ash sebagai penggerak utama dalam pemberontakan terhadap Utsman, bahkan sampai menghalangi jasad Utsman untuk dishalati setelah dibunuh. Salah satu eksekutornya adalah Thalhah yang diasumsikan dalam sebuah hadis sebagai satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga (al-asyrah al-mubasysyarin bil jannah). Pembunuh kok bisa dijamin masuk surga? Thalhah juga yang menghalangi penguburan jasad Utsman sehingga terlantar selama tiga hari.

Fakta kelam sahabat tidak berhenti disitu. Bagaimana kita melihat upaya Mu’awiyah dalam merebut kekuasaan dari Ali bin Abi Thalib. Mulanya, legitimasi Mu’awiyah untuk berkuasa sangat lemah dibanding Ali dan khalifah sebelumnya. Untuk memperkuatnya, Mu’awiyah melakukan black campaign dengan cara mencaci maki Ali sebagai rivalnya. Hingga akhirnya, Mu’awiyah membayar sekelompok orang untuk memproduksi hadis-hadis palsu untuk mendukung kekuasaannya. Kemudian hadis-hadis palsu pesanan Mu’awiyah ini disebut Al-Mu’awiyat dalam buku ini.

Drama Hudaibiyah menambah daftar fakta kelam para sahabat. Ada indikasi para sahabat tidak patuh kepada Nabi sehingga beliau sampai melakukan bai’at sumpah setia kepada para sahabat dalam peristiwa Hudaibiyah tersebut. Setelah dilakukan bai’at kemudian terjadi Perjanjian Hudaibiyah yang mana Nabi menerima keputusan dari delegasi Quraisy. Dan mayoritas sahabat saat itu tidak menerima keputusan Nabi, bahkan menentang. Mereka menentang Nabi setelah dibai’at patuh setia kepada Nabi. Imam Al-Bukhari dalam masterpiece-nya menutup kisah Hudaibiyah ini dengan menulis, “Hampir saja mereka (para sahabat) saling berbunuhan.”

Belum lagi polemik pelarangan penulisan hadis Nabi yang dilakukan oleh beberapa sahabat, dalam hal ini elit Quraisy yang berkuasa sepeninggal Nabi melarang penulisan hadis. Hadis-hadis yang sudah terlanjur ditulis dilarang beredar, bahkan dibakar. Pelarangan penulisan hadis ini (dengan berbagai alasan) berlangsung dari masa khulafaurrasyidin hingga akhirnya ditulis atas inisiatif Umar bin Abdul Aziz pada masa pemerintahannya.

Meski demikian, tidak lantas kita sebagai orang awam menjudge buruk semua sahabat Nabi. Apalagi judge buruk itu disematkan kepada sahabat senior terdekat Nabi yang banyak berjasa seperti Abu Bakar, Umar dan lainnya. Namun, buku ini menarik dalam menyingkap fakta-fakta sejarah yang cukup mengejutkan melalui sumber-sumber yang otoritatif. Buku ini berhasil menyadarkan kita bahwa sahabat juga manusia yang pasti dan sangat mungkin untuk melakukan kesalahan. *** (Muhammad Abdul Fatah)

Tulisan diambil dari https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=255333402123422&id=100029402923075&scmts=scwspsdd&extid=8e7ySLQ9DLO2haRN&_rdc=1&_rdr

 

Thu, 14 May 2020 @06:54

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved