Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Penciptaan Manusia dan Pengaturan Janin dalam Rahim

image

Penciptaan Manusia dan Pengaturan Janin dalam Rahim

Wahai Mufadhdhal, kita memulai dengan menyebutkan penciptaan manusia. Maka perhatikanlah. Awalnya adalah pengaturan janin dalam rahim. Ia terselubung di dalam tiga kegelapan: kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan plasenta. Di mana ia tidak dapat memperoleh manfaat dan menolak bahaya. Melalui tali pusar disalurkan sari makanan dan air. Demikianlah seterusnya makanannya.


Cara Kelahiran Janin, Makanannya, Tumbuhnya Gigi dan Mencapai Dewasa

Hingga ketika telah sempurna penciptaannya, kokoh badannya dan kuat kulitnya untuk bersentuhan langsung dengan udara luar dan penglihatannya untuk menerima cahaya, maka tibalah bagi ibunya masa untuk melahirkannya. Ibunya mencemaskan dan menekannya hingga anak itu terlahir. Ketika telah lahir, maka makanan yang tadinya disalurkan dari darah kini beralih pada kedua susu ibunya. Berubahlah rasa dan warnanya menjadi rasa dan warna makanan yang lain. Hal itu lebih sesuai bagi bayi yang dilahirkan daripada yang disalurkan melalui darah. Maka hal itu didatangkan pada saat diperlukan. 

Setelah dilahirkan, ia menjulurkan lidahnya dan menggerakkan kedua bibirnya mencari susuan. Maka ia mendapatkan tetek ibunya sebagai dua kantung yang menggantung untuk memenuhi kebutuhannya. Senantiasa ia makan dari air susu itu selama badannya rapuh, alat-alat pencernaannya masih lembut dan anggota-anggota tubuhnya lemah. Hingga ketika ia bergerak dan memerlukan makanan yang keras untuk menguatkan dan mengeraskan badannya, tumbuhlah gigi susu dan gigi depan untuk mengunyah makanan sehingga menjadi lembut dan mudah ditelan. Ia senantiasa demikian hingga mencapai usia baligh. Jika telah mencapai baligh dan ia berkelamin laki-laki, maka tumbuhlah bulu (kumis) pada wajahnya. Hal ini merupakan tanda kelaki-lakian dan keperkasaan. Tumbuhnya kumis membedakannya dari anak-anak dan perempuan. Jika ia seorang perempuan, wajahnya tidak ditumbuhi kumis agar tetap indah dan cantik sehingga dapat memikat laki-laki untuk melanjutkan keturunan.

Wahai Mufadhdhal, perhatikanlah keteraturan pada diri manusia dalam berbagai keadaan. Apakah hal seperti itu dapat terjadi dengan ketidaksengajaan? Tidakkah engkau perhatikan bahwa kalau ia berada di dalam rahim, sementara darah tidak mengalir kepadanya, bukankah ia menjadi layu dan kering seperti tumbuhan yang tidak mendapat siraman air. Kalau proses kelahiran tidak mengeluarkannya ketika sempurna tubuhnya, tidakkah ia akan tetap berada di dalam rahim seperti orang yang dikubur hidup-hidup di dalam tanah? Kalaulah air susu tidak keluar ketika kelahirannya, tidakkah ia akan mati kelaparan, atau memakan makanan yang tidak cocok baginya dan tidak baik bagi tubuhnya? Kalaulah tidak tumbuh gigi pada waktunya, tidakkah ia akan mendapat kesulitan dalam mengunyah makanan dan menelannya? Atau, ia terus-menerus menyusu sehingga badannya tetap lemah dan tidak mampu untuk bekerja? Kemudian ibunya disibukkan dengan mengasuh anak-anak lain. ***

Sumber buku “Mengurai Tanda Kebesaran Allah” (judul asli تَوْحِيْدُ الْمُفَضَّلِ TAUḤĪD-UL-MUFADHDHAL, Imla al-Imam Abi Abdillah ash-Shadiq, ‘ala al-Mufadhdhal bin Umar al-Ju‘fiy). Penerjemah oleh Irwan Kurniawan. Penerbit PUSTAKA HIDAYAH. Diketik ulang oleh Said (Rico Akbar).

 

 

Fri, 20 Mar 2020 @09:31

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved