AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Minat beli buku klik covernya
image

 

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Marifat al-Quran (18): Al-Quran Pembeda al-Haqq dan al-Bathil [by Kholid Al-Walid]

image

Al-Furqon memiliki makna membedakan dan memisahkan satu dengan yang lainnya:

 اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 "... jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS 8:41) 

Ayat ini menjelaskan tentang berjumpanya dua pasukan di Badar dan Allah SWT menyebut hari peristiwa Perang Badar itu terjadi sebagai "Yawm al-Furqon" yaitu hari pemisah dan pembeda antara Mukmin dan Kafir. 

Al-Qur'an diturunkan sebagai pemisah dan pembeda: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

 "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."(QS 2:185) 

Kehadiran al-Qur'an untuk menguraikan dan memisahkan setelah sebelumnya antara "al-Haqq" dan "al-Bathil" bercampur baur: 

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?" (QS 3:71) 

Al-Qur'an mengembalikan jalan petunjuk dengan memisahkan keduanya sehingga manusia dapat kembali berjalan di jalan kebenaran: 

تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًا ۙ

 "Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Aquran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam." (QS 25:1)

 Dengan kehadiran al-Qur'an maka kebenaran menjadi tampak jelas karena al-Qur'an diturunkan dengan kebenaran itu sendiri: 

وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۘ

 "Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (QS 17:105)

 Maka semakin dekat seseorang dengan al-Qur'an semakin dekat pula dengan kebenaran dan semakin jauh dari al-Qur'an maka semakin dekatlah dirinya dengan Kebatilan. 

Jika kita ingin berada di jalan kebenaran maka tidak ada pilihan kecuali menggali makna al-Qur'an dan mengikuti tuntunannya jika tidak maka kita akan jatuh pada lembah kebatilan.

"Al-Furqon" memiliki makna membedakan dan memisahkan satu dengan yang lainnya: 

 اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 "... jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS 8:41) 

Ayat ini menjelaskan tentang berjumpanya dua pasukan di Badar dan Allah SWT menyebut hari peristiwa Perang Badar itu terjadi sebagai "Yawm al-Furqon" yaitu hari pemisah dan pembeda antara Mukmin dan Kafir. 

Al-Qur'an diturunkan sebagai pemisah dan pembeda: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

 "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS 2:185) 

Kehadiran al-Qur'an untuk menguraikan dan memisahkan  setelah sebelumnya antara "al-Haqq" dan "al-Bathil" bercampur baur:

 يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

 "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?" (QS 3:71) 

Al-Qur'an mengembalikan jalan petunjuk dengan memisahkan keduanya sehingga manusia dapat kembali berjalan di jalan kebenaran:

 تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًا ۙ

 "Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam." (QS 25:1) 

Dengan kehadiran Alquran maka kebenaran menjadi tampak jelas karena al-Qur'an diturunkan dengan kebenaran itu sendiri: 

وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۘ

 "Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (QS 17:105)

Maka semakin dekat seseorang dengan Alquran, makin dekat pula dengan kebenaran dan semakin jauh dari al-Qur'an maka semakin dekatlah dirinya dengan Kebatilan. Jika kita ingin berada di jalan kebenaran maka tidak ada pilihan kecuali menggali makna Alquran dan mengikuti tuntunannya jika tidak maka kita akan jatuh pada lembah kebatilan. ***

 Kholid Al Walid adalah Dosen STFI Sadra Jakarta


Mon, 11 May 2020 @09:21

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved