JUAL PRODUK ANDA

Anda bisa pasang IKLAN pada www.misykat.net dengan posisi banner atas, sisi kiri dan kanan. Kontak Chat WA: 0895-3755-29394

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Komunitas MISYKAT
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Tradisi Sedekah Jamaah

image

Ini pengalaman lebih dari lima tahun lalu. Sekadar ingin berbagi saja. Maklum masa pandemi ini terlalu banyak ingatan yang muncul, termasuk pengalaman-pengalaman dalam hidup. Mulai dari yang buruk sampai yang baik. Hanya saja yang buruk amat banyak yang dialami dan itu senantiasa terkait dengan dosa yang saya lakukan. 

Kali ini yang diceritakan bukan tentang dosa dan kesalahan. Pada satu ahad pagi, di sebuah pesantren milik ustad ternama di Tangerang. Orang-orang berdatangan ke masjid untuk menyimak ceramah dari ustad ternama. 

Ada yang menarik dari pengajian rutin sang ustad ternama itu. Jamaah yang datang membawa makanan dan minuman. Saat masuk pintu depan, sebelah kanan dan kiri tersedia meja. Di meja itu jamaah menyimpan makanan dan minuman. Hampir setiap orang yang datang membawa makanan. Mereka menyimpannya di meja. 

Saya lihat ada pisang satu sisir. Kerupuk, gehu, gorengan tempe, pisang goreng, kue bolu, keripik, bahkan ada stoples kopi beserta gula dan teh siap seduh. Lengkap dengan gelas dan air termos. Air minum dalam botol pun tersedia. Itu semua dari jamaah yang hadir. Saya lihat hampir setiap orang yang datang membawa makanan atau minuman dan menyimpannya di meja bagian belakang dekat pintu. Setiap yang datang pasti simpan makanan yang dibawanya, termasuk permen pun disimpan di meja. Saya heran dan ingin tahu maksudnya. Apakah itu sesaji? Tentu di masjid tak ada yang demikian.

Tidak lama kemudian, sang ustad pun datang. Ia menyapa saya dan menanyakan tentang buku yang akan direncanakan ditulis atas nama dirinya. Setelah saya jelaskan terkait dengan buku, sang ustad mengajak saya untuk ikut duduk bersama jamaah.  

Sang ustad duduk dekat bangku kecil penyangga al-Quran. Dan pengajian al-Quran pun dimulai. Diawali dengan membaca surah-surah juz 'amma. Sang ustad menerangkan ayat yang dibaca bersama tersebut. Sambil buka kitab berbahasa Arab kemudian menyampaikan tafsirnya. 

Sekira 40 menit berlalu. Kemudian dibuka tanya jawab. Dan berakhir setengah jam kemudian. Selanjutnya baca doa dan shalawat kemudian bersalaman. Jamaah bergerak pada meja dekat pintu dan mengambil makanan dan minuman yang tersedia. Menariknya, orang tidak ambil makanan yang dibawanya. Namun ambil makanan yang berbeda. 

Sang ustad mendatangi saya. Memerintahkan saya agar ikut serta menyantap makanan dan ambil minum. Sambil santap makanan, kami duduk di lantai masjid.  

Sang ustad bercerita bahwa menyimpan makanan dan minuman yang dibawa oleh jamaah menjadi tradisi di pesantren. Setiap pengajian, baik itu ahad pagi dan malam jumat, yang menyiapkan konsumsi itu dari jamaah dan disantap oleh jamaah pula. Sehingga antar jamaah saling berbagi makanan dan minuman serta saling menikmati hantaran yang dibawa jamaah lainnya. Di sini persaudaraan dan ikatan jamaah terbangun. 

Saya tanya: mengapa? Beliau sampaikan bahwa belajar ilmu itu harus diiringi dengan amal baik. Satu di antaranya sedekah untuk orang yang mengaji. Datang pada tempat pengajian saja sudah dapat pahala, apalagi dengan sedekah pasti ganda pahalanya dan membawa keberkahan buat yang sedekah. Sang ustad mengutip riwayat tentang sedekah dan balasan yang berlipat ganda. Saya anggukan kepala. Selanjutnya saya melakukan tugas yang diemban. *** (ahmad sahidin)

Tue, 12 May 2020 @08:00

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved