AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Minat beli buku klik covernya
image

 

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Marifat al-Quran (23): Cahaya yang Tak Pernah Padam [by Kholid Al-Walid]

image

Allah SWT memperkenalkan al-Quran sebagai cahaya:

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan." (QS 5:15) 

Cahaya merupakan sumber penerang dimanapun ada cahaya sirnalah kegelapan. Cahaya merupakan gambaran kebenaran dan kegelapan adalah gambaran kebatilan. Karenanya al-Qur'an menyebutkan: 

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ  ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

"Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap." (QS 17:81) 

Namun demikian sepanjang sejarah kehidupan manusia usaha untuk memadamkan cahaya Allah SWT terus berlangsung: 

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ

 "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka" (QS 61:8). 

Bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Quran telah terjadi perubahan sebagai bagian dari upaya memadamkan cahaya Allah SWT. Keinginan untuk mengganti atau merubah al-Qur'an telah muncul bahkan di masa Rasulullah Saw: 

وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيَاتُنَا بَيِّنٰتٍۙ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا ائْتِ بِقُرْاٰنٍ غَيْرِ هٰذَآ اَوْ بَدِّلْهُ ۗ قُلْ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اُبَدِّلَهٗ مِنْ تِلْقَاۤئِ نَفْسِيْ ۚاِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ ۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

 "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, “Datangkanlah kitab selain Al-Qur'an ini atau gantilah.” Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku.” (QS 10:15) 

Dan keinginan mereka hanyalah sebuah upaya untuk mengingkari Alquran. Rasul pun menegaskan bahwa al-Qur'an bukanlah kitab biasa namun wahyu Ilahi. Al-Qur'an adalah cahaya itu sendiri sehingga upaya memadamkan cahaya adalah usaha yang sia-sia. 

Allah SWT secara langsung menjaga al-Qur'an dari beragam usaha perubahan: 

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

 "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS 15:9) 

Bahkan Allah SWT membuat cahaya-Nya itu semakin benderang: 

 وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

 "Tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya." (QS 61:8) 

Dan kita menyaksikan bahwa al-Qur'an dijaga ditiap rumah kaum muslimin. Setiap saat al-Qur'an dibaca. Jutaan para penghafal al-Qur'an menjaga al-Qur'an, bahkan ribuan tafsir al-Qur'an telah ditulis. Maka ketika kita membaca, menghafal dan mencoba merenungkan makna al-Qur'an kita ikut membuat cahayanya semakin bersinar. *** 

Kholid Al-Walid adalah Dosen STFI Sadra


Sat, 16 May 2020 @07:02

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved