AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Minat beli buku klik covernya
image

 

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Marifat al-Quran (25): Al-Quran Jalan Cinta [by Kholid Al-Walid]

image

Cinta adalah dorongan yang paling kuat yang muncul pada diri manusia. Tidak jarang manusia mengorbankan apapun yang ada pada dirinya karena cinta. 

Cinta keluar dari bagian terdalam diri manusia, yaitu hati dan Allah SWT hanya menjadikan satu hati di dalam diri manusia: 

مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ ۚ

 "Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya" (QS 33:4). 

Dan Allah SWT menginginkan sepenuhnya hati itu dipersembahkan untuk-Nya: 

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang tunduk" (QS 26:89). 

Al-Quran menuntun manusia untuk mengenal Allah SWT dan mencintai-Nya. Melalui kisah pencarian Nabi Ibrahim as, al-Quran mengajak untuk mencintai Zat yang Mutlak dan tak pernah sirna: 

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًا ۗقَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَآ اُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ

 "Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam” (QS 6: 76). 

Ketika sesuatu itu mengalami kesirnaan menunjukkan bahwa dirinya bukanlah sumber keberadan dan menggantungkan cinta yang sesungguhnya pada sesuatu yang sirna tentu akan mengecewakan. 

Al-Qur'an juga mengingatkan untuk menggapai cinta Ilahi hendaklah merendahkan diri dihadapan Allah dan Allah sangat murka pada manusia yang sombong: 

 ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ

 "Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri” (QS 57:23). 

Al-Qur'an juga menunjukkan bahwa kecintaan kepada dunia menjadi penghalang kecintaan Allah SWT: 

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

 "Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir" (QS 16:107).

Melalui kisah Nabi Yusuf as al-Qur'an mengajarkan untuk mentaati Allah SWT sekalipun dengan resiko derita di penjara: 

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ

 "Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (QS 12:33)

 Para pecinta sejati adalah mereka yang siap menderita demi kekasihnya. Yusuf as adalah pecinta hakiki Allah SWT sekali pun godaan luar biasa terjadi padanya namun ketundukkannya kepada Allah SWT melebihi segalanya. 

Dan puncak upaya meraih cinta Ilahi yang diajarkan al-Qur'an adalah mengikuti Rasulullah Saw: 

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

 "Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS 3:31)

 Karena ajaran Rasulullah Saw adalah satu-satunya jalan untuk mencapai puncak tertinggi kecintaan Ilahi yang dapat diraih seorang hamba. Allah SWT telah memberikan syarat bahwa kecintaan-Nya hanyalah dengan mengikuti Rasulullah Saw. Karena apa yang disampaikan dan diajarkan Rasulullah Saw adalah ajaran yang paling sempurna dan agama yang diridhoi-Nya. 

Last but not least, jika kita mengkaji lebih jauh Alquran kita melihat sebuah ajaran yang mengajarkan cinta dan kasih sayang, mempekenalkan Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang dan menuntun orang yang mengimaninya untuk selalu menebarkan kasih dan sayang kepada semua makhluk. 

Pada akhirnya al-Qur'an telah memberikan peta bagi kita untuk meraih cinta Ilahi. Jadilah pecinta hakiki melalui Alquran. ***

Kholid Al-Walid adalah dosen STFI Sadra Jakarta

 

Tue, 19 May 2020 @09:46

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved