JUAL PRODUK ANDA

Anda bisa pasang IKLAN pada www.misykat.net dengan posisi banner atas, sisi kiri dan kanan. Kontak Chat WA: 0895-3755-29394

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Komunitas MISYKAT
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Zakat Maal dan Khumus

image

Perlu kiranya diketahui perbedaan antara zakat maal dan khumus. Berikut ini penjelasan berdasarkan fikih Ahlulbait, yang kami kutip dari situs Dana Mustadhafin (20/5/2020). 

Zakat maal dan Khumus berbeda. Keduanya ada dalam madzhab Ahlulbait dan memiliki perbedaan dalam dua hal utama. 

Pertama:

1.      Obyek zakat (Mal/ Harta) berbeda dengan khumus, yakni hal-hal yang wajib untuk dizakati hanya terbatas pada 9 hal berikut:

 1.     Onta

2.      Kambing

3.      Sapi/ Kerbau

4.      Gandum,

5.      Biji-bijian sejenis gandum, sya ?iyr (Arab), Juw (Parsi), barley (Ingggris), bulir (Madura),

6.      Kurma

7.      Kismis

8.     Emas

9.      Perak

 2.      Adapun obyek khumus adalah sbb:

1.       Harta rampasan perang.

2.      Barang tambang. seperti emas, perak, besi, kuningan, segala jenis batu-batu berharga, belerang dan segala jenis minyak bumi, ketika, mencapai nishab (20 dinar atau 200 dirham).

3.      Harta karun yang ditemukan dari dalam tanah dan tidak diketahui pemiliknya, ketika mencapai nishab (20 dinar atau 200 dirham).

4.      Segala yang didapakan dari dalam laut dengan menyelam dari barang-barang berharga, seperti berlian dan sejenisnya, ketika mencapai satu dinar.

5.      Tanah yang dibeli oleh seorang dzimmiy dari seorang muslim.

6.      Harta yang bercampur antara halal dan haram dan ti­dak diketahui berapa jumlah yang haram serta tidak diketahui pemilik­nya.

7.      Kelebihan dari penghasilan dalam satu tahun dari kebutuhan hidup ditahun itu dan ini mencakup pengha­silan apa saja, kecuali hadiah, mas­kawin, sedekah, khumus dan warisan dimana tidak terkena kewajiban khumus.

Kedua:

                Mereka yang berhak menerimanya, pada zakat yaitu 8 golongan yang disebutkan oleh Allah di dalam surat Attau­bah ayat 60, adapun khumus adalah seperti yang disebut­kan oleh Allah SWT di dalam surat Al Anfal 41, yaitu sbb:

1. Allah SWT,

2. Rasul SAWW,

3. Dzul Qurba (Para Imam),

4. Anak-anak yatim,

5. Orang-orang miskin,

6. Ibnus Sabil.

 

Dengan keterangan:           

Nomor 1/2/3 disebut sebagai sahmul Imam yang pada masa ghaibah diserahkan kepada Marja'/ Wali faqih atau wakil dan orang yang mendapatkan ijazah dari beliau, yang mana beliau nantinya akan mempergunakannya dalam hal-hal yang diyakini Imam Mahdi as rela dan setuju, seperti pendanaan dakwah, pendidikan, dsb.           

Nomor  4/5/6 disebut dengan sahmus saadah, yang juga ha­rus diserahkan seperti sahmul Imam, kecuali mendapat­kan izin untuk menyerahkannya langsung kepada mereka. ***

 

 

Wed, 20 May 2020 @06:15

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved