JUAL PRODUK ANDA

Anda bisa pasang IKLAN pada www.misykat.net dengan posisi banner atas, sisi kiri dan kanan. Kontak Chat WA: 0895-3755-29394

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Komunitas MISYKAT
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Ma'rifat al-Quran (28): Berjumpa dengan Allah [by Kholid Al Walid]

image

Liqa Allah bermakna perjumpaan dengan Allah SWT adalah istilah yang dikenalkan Alquran. Tentu bukan semata istilah karena Alquran selalu menyampaikan realitas objektif. Bahwa Perjumpaan dengan Allah SWT pasti terjadi. Orang yang megingkarinya berada dalam kerugian: 

قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ اللّٰهِ ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوْا يٰحَسْرَتَنَا عَلٰى مَا فَرَّطْنَا فِيْهَاۙ وَهُمْ يَحْمِلُوْنَ اَوْزَارَهُمْ عَلٰى ظُهُوْرِهِمْۗ  اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْنَ

"Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata: Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu." (QS 6:31) 

Perjumpaan dengan Allah SWT bukanlah dalam pengertian perjumpaan fisik, tetapi puncak tersingkapnya penyaksian ruhaniah sebagaimana al-Qur'an isyaratkan: 

لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ

"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam." (QS 50:22) 

Al-Qur'an membuka kesadaran manusia bahwa ada saat perjumpaan dengan Allah SWT terjadi dan hal tersebut merupakan puncak kebahagiaan hakiki manusia. Para 'arif menyebut sebagai Surga Perjumpaan (Jannatun Liqa'). 

Perjalanan puncak ruhaniah manusia adalah perjumpaan dengan Allah SWT: 

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ

"Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya." (QS 84:6) 

Namun untuk mencapai puncak tersebut al-Qur'an memberikan syarat: 

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

"Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS 18:110) 

Dalam ayat ini syarat utama perjumpaan dengan Allah SWT adalah tidak mensyarikatkan Allah dengan apa pun dan beramal saleh. Sedangkan hal utama yang menjadi pengahalang perjumpaan dengan Allah SWT selain kemusyrikan adalah kecintaan dunia: 

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَـَٔنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَۙ

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami." (QS 10:7) 

Alquran menggambarkan ini semua untuk menjelaskan tujuan perjalanan kehidupan manusia tidak lain adalah Allah SWT dan al-Qur'an menuntun perjalanan ruhaniah manusia menuju hal tersebut. Jika kita membaca seluruh struktur al-Qur'an kita akan menemukan bahwa al-Qur'an membuka pandangan semesta kita (ru'yatul kawniyyah). Menanamkan keyakinan di dalam diri kita (i'tiqad) dan menuntun jalan yang harus dilalui dan lakukan (syariah). Jika ketiganya kita ikuti maka kita akan sampai pada puncak perjalanan liqa Allah. *** 

Kholid Al-Walid adalah doktor bidang filsafat Islam


Thu, 21 May 2020 @05:36

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved