Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Marifat al-Quran (29): Al-Quran Petunjuk Kebahagiaan [by Kholid Al Walid]

image

Manusia berharap dan mengejar kebahagiaan. Untuk itu seringkali manusia melakukan apa pun dalam usaha mewujudkannya. Kebahagian adalah keadaan yang tanpa derita, kesulitan dan dipenuhi kesenangan dan kenyamanan. 

Antara kebahagiaan dan kesenangan bagaikan api dan asap, di mana ada kebahagiaan disitu ada kesenangan. Efek dari kebahagiaan adalah kesenangan sehingga seringkali kesenangannya menyebabkan manusia terhenti hanya pada tingkat tertentu dari kebahagiaan dan menyebabkan mereka gagal untuk menggapai kebahagiaan yang lebih hakiki.

Bacalah buku Musyawarah Burung (Mantiq al-Thayr) yang mengisahkan di antara sekian banyak burung yang terbang menuju Raja di Raja hanyalah Simurgh yang behasil menjumpainya sedangkan burung-burung lainnya terpesona dengan keindahan-keindahan yang mereka temukan diperjalanan padahal keindahan tersebut bersifat fana. 

Al-Qur'an adalah wahyu Ilahi yang mengajarkan manusia jalan menuju kebahagiaan hakiki: 

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ أولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS 2:4-5) 

Orang yang beruntung dalam al-Qur'an disebut "Al-Muflihun" yang berasal dari kata "Falaha" yang bermakna kemakmuran, keberhasilan, kenyamanan dan keadaan kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan. 

Al-Qur'an adalah cahaya yang menuntun manusia untuk sampai pada kebahagiaan tersebut: 

 فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ  ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ࣖ

"Ada pun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung." (QS 7:157) 

Mengapa al-Qur'an menuntun manusia pada kebahagiaan? Karena al-Qur'an adalah manifestasi Rahmat Allah SWT yang memberikan apa yang diharapkan seluruh manusia. 

Ada banyak pelita yang diberikan al-Qur'an agar manusia tak tersesat dan sampai pada puncak kebahagiaannya. Di antaranya: 

Mengikuti Rasulullah Saw, menyeru pada yang Maruf dan mencegah yang mungkar, menjauhi yang diharamkan dan mengikuti cahaya Alquran: 

اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ  ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ࣖ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung" (QS 7:157). 

Membantu orang-orang faqir dan lemah:  

فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."(QS 30:38) 

Ada banyak lagi tuntunan Alquran agar manusia mampu mencapai kebahagiaan. Karenanya di dalam Shahih Muslim, Rasulullah Saw mengingatkan untuk berpegang teguh kepada al-Qur'an dan Ahlulbait. Mengapa Ahlulbait? Karena mereka adalah contoh manusia yang telah menggapai kebahagiaan: 

وأنا تارك فيكم ثقلين، أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور، فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به " فحَثَّ على كتاب الله ورغَّبَ فيه، ثم قال :" وأهل بيتي، أذكِّرَكُمُ الله في أهل بيتي، أذكِّرَكُمُ الله في أهل بيتي، أذكِّرَكُمُ الله في أهل بيتي "

(رواه المسلم)

“Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang berat: Kitab Allah padanya petunjuk dan cahaya, maka ambillah dan berpegang teguhlah pada Kitab Allah.  Ikutilah dan cenderunglah kepadanya. Kemudian berkata (Rasulullah saw): Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian terhadap Ahlulbaitku, Aku ingatkan kalian terhadap Ahlulbaitku, Aku ingatkan kalian terhadap Ahlulbaitku" (Riwayat Muslim). 

Semoga kita semua mencapai kebahagiaan hakiki di sisi Allah SWT. Dan ibadah kita di bulan suci Ramadhan kali ini meruntuhkan setiap dosa yang pernah ada mengangkat ruh kita untuk mencicipi hidangan surgawi dan memasukkan kita sebagai hamba yang diridhai Allah SWT. Semoga tulisan-tulisan selama bulan mulia ini ada manfaatnya. 

Taqobalallah minna wa minkum Taqobal Ya Kariim wa Kullu 'Amin wa antum bi khair.

Ramadhan 1442 H.

Kholid Al-Walid adalah doktor bidang Filsafat Islam

 

Fri, 22 May 2020 @09:05

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved