Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Resensi buku Menguak Akar Spiritualitas Islam Indonesia

image

Buku yang dibaca berjudul Menguak Akar Spiritualitas Islam Indonesia: Peran Ahlulbait dalam Penyebaran Islam di Nusantara. Buku ini hanya 114 halaman dan disusun oleh Tim Icro dan Across, Yogyakarta, tahun 2013. Buku ini menguraikan sejarah Islam di Nusantara, mazhab yang masuk, kekuasaan, dan kebudayaan Islam yang berkembang. Disebutkan bahwa penyebar Islam pertama oleh pedagang dan ulama Syiah serta kaum Sufi. 

Dengan bukti-bukti nama-nama tokoh Islam yang lumrah dipakai kaum Muslim Syiah Indonesia, tradisi yang sama dengan yang dilakukan kaum Syiah dan kuburan yang bentuknya sama seperti di Persia. Sejumlah data tersebut memang masih diperdebatkan akurasinya. Sebab hanya melihat pada bukti arkeologi dan budaya. Tidak ada catatan tertulis dari zamannya yang menyebutkan penyebar Islam merupakan penganut Syiah. Hanya indikasi-indikasi saja yang dipegang dan hanya mengulang kajian pada seminar masuknya Islam yang pertama di Indonesia yang diramaikan oleh diskusi para ulama dan sejarawan seperti Buya Hamka, Abu Bakar Aceh, dan lainnya. 

Yang menarik dari uraian buku tersebut adalah ada kerajaan pertama di Indonesia sebelum Perlak, yaitu Jeumpa. Ini menarik ditelusuri dan memang belum ada yang serius menekuninya. Maklum sumber yang terkait dengan sejarah Islam di Indonesia masih berupa memori kolektif berupa dongeng atau tradisi lisan, dan jejak berupa kuburan yang sulit diverifikasi dari segi waktu. 

Apa yang saya dapatkan dari buku Menguak Akar Spiritualitas Islam Indonesia: Peran Ahlulbait dalam Penyebaran Islam di Nusantara? Hanya sebuah kesan historis bahwa Islam mazhab Syiah sudah hadir sebelum penganut Sufi dan pengikut Sunni masuk melakukan Islamisasi di Nusantara. 

Dari membaca buku ini, timbul pertanyaan: untuk apa rekonstruksi Islam yang pertama diungkap? Untuk mengubah penulisan sejarah? Untuk memahamkan pada umat Islam sekarang bahwa kaum Muslim Syiah punya andil dalam khazanah kebudayaan Nusantara? Jika sudah demikian, lantas mau apa? Inilah salah masalah dalam riset ilmiah tentang sejarah bahwa hanya sekadar romantisme historis. Jika kemudian lahir kebijakan pemerintah tentang strategi kebudayaan dan membentuk karakter Muslim Indonesia yang “pelangi” dengan aneka mazhab dan ideologi kemudian terwujud saling menghormati dan sikap pluralis, saya kira maka riset historis layak disambut gembira. Hanya saja yang saya ketahui riset ilmiah akademik tidak pernah menjadi acuan dalam kebijakan pembangunan manusia Indonesia. Cag! *** (ahmad sahidin)

 

 

Tue, 16 Jun 2020 @09:42

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved