Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Ngelmu iku Kelakone Kanthi Laku [by Aris Syariati]

image

Orang Jawa dari dulu hingga kini memegang prinsip ngelmu iku kelakone kanthi laku. Bukan tanpa sebab, pitutur luhur ini tercuat kepada kita generasi hari ini. Permenungan, perenungan, pergulatan hidup para Wasista telah menghasilkan endapan intelektual, emosional dan spiritual dalam aforisme bijak ngelmu iku kelakone kanthi laku.

Ngelmu sendiri tentu bukan bahasa asli Jawa. Ia mengadopsi bahasa yang pernah hadir ke Nusantara lewat pedagang Arab (Persia, Hadrami, Gujarat) dari kata 'ilm. Orang hari ini menjejerkan dengan kata pengetahuan, jadi ilmu pengetahuan. Untuk menggeser definisi global kepada definisi yang lebih parsial, spesifik, dan objektif, kata ilmu dipisah menjadi yang rasional (Prancis) dan yang empiris (Inggris), dan mencoba didamaikan kembali oleh Immanuel Kant menjadi Ilmu Kritis.

Dalam dunia yang lain, filsafat sebagai mother of sciences, ilmu didefinisikan sebagai sesuatu yang monis (manunggal) antara teori dan praksis. Sejak jaman Sokrates, filsafat adalah bios theoretikos (teori yang hidup), teori yang langsung dipraktikkan. Telos tidak terpisah secara dualistik dengan logos, ia bersifat monistik. 

Ki Ageng Suryomentaram memilih kata Kawruh dibanding Ngelmu, untuk menunjukkan bahwa yang rasional pun bisa dibuktikan secara empiris. Yang apriori pun bisa diuji (diobservasi) secara aposteriori. Dan beliau mempartisi babagan Kawruh dalam beberapa bagian; kawruh Jiwa (Psikologi), kawruh bejo (keberuntungan), kawruh bungah (kebahagiaan), dan kawruh-kawruh lainnya yang tak terjangkau. (bersambung) 

Aris Syari'ati, Comandante

Mon, 6 Jul 2020 @20:32

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved