Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Alfit Lyceum: Keragaman Indonesia adalah Keragaman yang Manunggal.

image

HARI MERDEKA dengan buku baru, yang terbit bulan Juli 2020. Bukunya berjudul FILSAFAT HARMONISASI karya Alfit Lyceum. Berikut penggalan isi Bab Tiga (Filsafat Sosial & Politik, halaman 147) yang relevan dengan kebhinekaan dan Indonesia. 

Tentang kebhinekaan. Kebhinekaan adalah keragaman, adalah perbedaan, adalah pluralitas. Keragaman adalah keniscayaan alam. Ketunggalan adalah identitas Pencipta alam (Tuhan). Alam (keragaman) ini ber-Tuhan (ketunggalan). Yakni, setiap KERAGAMAN, niscaya memiliki dimensi KETUNGGALAN.

Betapa pun kita berbeda dalam bahasa, budaya, agama hingga watak dan pengetahuan, tapi kita tetap SATU dalam KEMANUSIAAN. Maka bahasa, agama, budaya, watak dan pengetahuan, semuanya mesti berjalan dalam bingkai kemanusiaan, demi terwujudnya nilai-nilai universal kemanusiaan.

Indonesia adalah keragaman dalam ketunggalan. Indonesia dalam keragaman. Ada ragam suku, bahasa, budaya dan agama di sepanjang Nusantara. Namun, keragaman Indonesia bukan keragaman yang tercerai-berai tanpa kesatuan.

Keragaman Indonesia adalah keragaman yang manunggal. Indonesia menegaskan identitas ketauhidannya dengan merajut keragaman dalam bingkai kesatuan, dan dikenal dengan PANCASILA. 

Indonesia adalah Pancasila, adalah bhineka tunggal ika. Bhineka tunggal ika yakni keragaman dalam ketunggalan (katsroh fil wahdoh). Menolak pancasila sama dengan mengoyak tenun ketauhidan (ketunggalan, kesatuan) bangsa. 

Sementara itu, memaksakan satu warna, entah itu warna agama atau warna yang lainnya, berarti menanggalkan dimensi keragaman dan pluralitas bangsa. Identitas Indonesia adalah kesatuan dalam keragaman, bukan kesatuan tanpa keragaman, bukan pula keragaman tanpa kesatuan.

Pancasila adalah lima yang manunggal. Sila-silanya ada lima, namun hakikatnya hanya satu. Dalam arti, sila kedua hingga kelima adalah TURUNAN dari sila pertama. 

Ketauhidan adalah pondasi. Sedang kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan adalah IMPLIKASI NISCAYA dari ketauhidan. Tidaklah menauhidkan Tuhan, mereka yang bertindak EKSPLOITASI dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan.

Dengan ini, kelirulah dia yang menduga sila satu (ketuhanan) dan sila dua (kemanusiaan) pancasila saling kontradiksi. Sungguh, dia tidak paham konsep plural yang tunggal. Dia tidak paham, bahwa melayani kemanusiaan adalah wujud penghambaan pada Tuhan. MERDEKA!! ***

(copy paste dari FB Alfit Lyceum

Tue, 18 Aug 2020 @19:18

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved