Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Keluarga Imran [by Abad Badruzaman]

image

 

Istri Imran bernazar, janin dalam rahimnya kelak akan ia jadikan seorang khadim yang mengabdi pada-Nya dan melayani Rumah-Nya. Ia memohon sepenuh hati agar Tuhan kabulkan hajatnya. Bayi terlahir perempuan. Istri Imran ragu, bisakah kiranya seorang wanita jadi khadim Rumah-Nya. Bagaimana pun, pikirnya, pria tak sama dengan wanita. Apa boleh dikata; sekali wanita ya wanita, betapa pun ia berharap bayi terlahir pria. Segera ia namai si mungil dengan Maryam seraya panjatkan doa Tuhan melindunginya dan anak-cucunya dari setan terkutuk. 

Tuhan tahu istri Imran sungguh-sungguh dengan nazarnya. Maka Dia tetap terima Maryam jadi khadim Rumah-Nya meski ia seorang wanita. Sebuah penerimaan yang baik dari-Nya di tangan asuhan dan pemeliharaan Zakaria. Ada sebuah keanehan ditemui Zakaria dalam mengasuh Maryam di Rumah Ibadah: setiap kali ia menemui Maryam di mihrab (kamar khusus ibadah), ia dapati makanan. "Dari mana makanan ini kau dapatkan, Maryam?" tanya Zakaria. "Dari Allah. Sungguh Dia memberi rezeki pada yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan," Maryam menjawab. 

Waktu berlalu, hari berganti, masa datang bersusulan. Pada satu kesempatan, Malaikat menyapa Maryam, "Sungguh Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan mengunggulkanmu atas perempuan-perempuan alam ini. Kamu harus taat pada-Nya, sujud dan rukuk bersama mereka yang melakukannya! Maryam, Allah menyampaikan kabar gembira tentang sebuah kalimat dari-Nya, yakni seorang putra bernama al-Masih Isa putra Maryam. Ia akan jadi seorang yang terkemuka di dunia dan akhirat, juga dekat pada-Nya. Putramu itu nanti dapat bicara dengan manusia padahal ia masih dalam buaian. Yang jelas, ia termasuk orang saleh." 

Demi mendengar penjelasan Malaikat, Maryam tentu bertanya, "Tuhan, bagaimana mungkin aku punya anak sedang tak seorang laki-laki pun menyentuhku?" Tuhan menjawab, "Demikian Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Bila Dia hendak menciptakan sesuatu, Dia hanya berkata
padanya, 'Jadilah!' maka jadilah sesuatu itu." 

Allah ajarkan pada Isa: Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Allah angkat dia jadi rasul bagi Bani Israil. Kepada mereka Isa berkata, "Aku datang pada kalian membawa mukjizat dari Tuhan, yaitu: aku buatkan untuk kalian sesuatu dari tanah yang aku bentuk seperti burung, lalu aku meniupnya dan atas izin-Nya ia menjadi burung sungguhan. Aku juga bisa menyembuhkan orang buta dari lahir dan penyakit kusta. Atas izin Allah aku juga mampu menghidupkan orang mati. Aku bisa menebak dengan tepat apa yang kalian makan dan yang kalian simpan di rumah. Semua ini, jika kalian mau beriman, sungguh merupakan tanda kebenaran kerasulanku." 

Sebagai rasul, Isa antara lain menegaskan bahwa dirinya membenarkan Taurat yang datang sebelumnya, menghalalkan sebagian yang telah diharamkan, serta membawa beberapa mukjizat. Kepada Bani Israil ia mengajak takwa pada Allah dan taat padanya. Kepada mereka ia tegaskan bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan mereka yang harus disembah. Itu jalan lurus. 

Tapi Isa melihat Bani Israil kufur (ingkar) padanya. Kala itu ia berkata, "Gerangan siapa yang sudi menjadi pembelaku dalam menegakkan agama Allah?" Ada di antara mereka para Hawary (sahabat setia). Mereka menjawab, "Kamilah penolong agama Allah. Kami beriman pada-Nya.

Saksikanlah, kami adalah orang-orang muslim! Tuhan, kami beriman pada apa yang Engkau turunkan. Kami juga mengikuti Sang Rasul. Karenanya, tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberi kesaksian!" 

Itu tadi sekelumit kisah Nabi Isa as. yang saya "olah" dari ayat 35-53 surah Ali Imran. Karena itu, saya menjuduli status ini: Keluarga Imran.

Kepada siapa saja yang sedang merayakan kelahiran beliau, saya ucapkan selamat bersuka-cita. Semoga damai menyeluruhi bumi.

QS Maryam ayat 32 melaporkan bahwa di antara akhlak mulia beliau adalah berbakti kepada ibu dan tidak sombong. Titik-temu para nabi, saya pikir, selain pada nafas pembebasan juga pada kemuliaan akhlak. Wahai pengikut para nabi, mari kita bertemu pada titik itu! *** 

Sumber FB: Abad Badruzaman 

 

Sat, 2 Jan 2021 @18:26

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved