Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Jalaluddin Rakhmat Pertanyakan Anggapan MUI soal Syiah

image

Tokoh Syiah di Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, mempertanyakan anggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap Syiah. Kang Jalal, begitu dia biasa disapa, tidak sepakat dengan anggapan MUI yang menyebut Syiah sebagai kelompok revolusioner yang perlu disikapi hati-hati.

"Kenapa MUI menuding Syiah sebagai kelompok dalam Islam yang revolusioner? Kenapa MUI memprediksi pemerintah akan repot di kemudian hari jika memberi kebebasan terhadap kelompok Syiah di Indonesia?" kata Jalal kepada wartawan, Jumat (25/12/2020). 

Ketua Dewan Syura Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) ini menuntut MUI membuktikan bahwa Syiah dan Ahmadiyah melakukan tindak kekerasan. Menurut Jalal, pihak yang selama ini menjadi korban kekerasan justru Syiah dan Ahmadiyah.

"Selama ini siapa yang melawan pemerintah dan bikin repot aparat? Siapa teroris yang memecah belah umat? Siapa yang demo besar-besaran untuk mengganti Pancasila dan mendirikan khilafah? ISIS itu mazhabnya apa?" kata Jalal, yang merupakan mantan anggota DPR dari PDIP.

Sebelumnya, MUI mengomentari sikap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang akan mengafirmasi (mengakui) kelompok Syiah di Indonesia. MUI melalui Wakil Ketua Umum Anwar Abbas meminta agar Menag berhati-hati terhadap masalah Syiah. Ini adalah masalah sensitif. Anwar mengingatkan bahwa pemerintah harus membuat kebijakan yang baik bukan untuk hari ini saja, tetapi juga baik untuk masa depan. 

"Apa beda Sunni dengan Syi'i (Syiah)? Kalau Syi'i itu lebih apa, lebih keras, lebih revolusioner, pasnya mereka lebih revolusioner. Coba saja lihat di negara Sunni, ndak revolusioner, istilahnya moderat saja. Wataknya Sunni itu sudah begitu. Syiah nggak moderat, keras, revolusioner," papar Waketum Anwar Abbas kepada wartawan, Jumat (25/12).

Menag Klarifikasi

Belakangan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi artikel yang pertama kali tayang di Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dengan judul 'Menteri Agama ingin afirmasi hak beragama warga Syiah dan Ahmadiyah'. Selanjutnya, pernyataan Menag Yaqut dimuat LKBN Antara dalam berita berjudul 'Menag: Setiap warga negara berhak dilindungi di mata hukum'. 

Yaqut menjelaskan setiap warga negara berhak mendapat perlindungan hukum. Sebagai warga negara, orang Ahmadiyah dan Syiah pun tidak dikecualikan. 

"Sekali lagi, sebagai warga negara, bukan jemaah Syiah dan Ahmadiyah, karena semua warga negara sama di mata hukum. Ini harus clear," kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Jumat (25/12/2020). 

Perlu dialog intensif untuk menjembagani perbedaan umat beragama. Kementerian Agama siap menjadi mediator jika ada kelompok tertentu yang bermasalah dengan dua kelompok tersebut. Gus Yaqut menjelaskan, dia tidak pernah menyatakan akan memberikan perlindungan khusus kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah. 

"Tidak ada pernyataan saya melindungi organisasi atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Sikap saya sebagai Menteri Agama melindungi mereka sebagai warga negara," kata Gus Yaqut. *** 

Sumber https://news.detik.com/berita/d-5309481/jalaludin-rakhmat-pertanyakan-anggapan-mui-soal-syiah?single=1

 

Fri, 8 Jan 2021 @20:49

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved