Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Ayat Mawaddah dalam Tafsir al-Mizan

image

 

Setelah mengungkap beragam tafsiran seputar Ayat Mawaddah, sampailah Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabathabai pada bagian ini.

وقيل: المراد بالمودة في القربى، مودة قرابة النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهم عترته من أهل بيته عليه السلام وقد وردت به روايات من طرق أهل السنة وتكاثرت الاخبار من طرق الشيعة على تفسير الآية بمودتهم وموالاتهم، ويؤيده الأخبار المتواترة من طرق الفريقين على وجوب موالاة أهل البيت عليه السلام ومحبتهم.

Dikatakan bahwa maksud dari al-mawaddah fil Qurba adalah mawaddah atas kerabat nabi saw, yakni Itrah dan Ahlulbaitnya. Telah datang banyak riwayat dari jalur-jalur Ahlussunnah dan banyak riwayat dari jalur-jalur syiah yang menafsirkan ayat tersebut dengan mawaddah (mencintai) dan muwalat (mengikuti/berwilayah) kepada mereka. Dan (hal ini) dikuatkan dengan riwayat-riwayat dari kedua kelompok atas kewajiban muwalat (mengikuti) dan mahabbah (mencintai) Ahlulbait alaihimussalam.

Allamah Thabathabai melanjutkan (pendapat beliau, pen):

ثم التأمل الكافي في الروايات المتواترة الواردة من طرق الفريقين عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم المتضمنة لارجاع الناس في فهم كتاب الله بما فيه من أصول معارف الدين وفروعها وبيان حقائقه إلى أهل البيت عليه السلام كحديث الثقلين وحديث السفينة وغير هما لا يدع ريبا في أن إيجاب مودتهم وجعلها أجرا للرسالة إنما كان ذريعة إلى إرجاع الناس إليهم فيما كان لهم من المرجعية العلمية.
فالمودة المفروضة على كونها أجرا للرسالة لم تكن أمرا وراء الدعوة الدينية من حيث بقائها ودوامها، ...

Perenungan yang cukup pada riwayat-riwayat mutawatir dari kedua kelompok yang mengandung seruan kepada umat untuk merujuk kepada Ahlulbait as berkaitan dengan memahami al-Quran, yang memuat ushul dan furu' ma'arif agama serta penjelasan hakikat-hakikatnya, seperti Hadits Tsaqalain, Safinah dan lainnya, tidak meninggalkan sedikit pun keraguan bahwa mewajibkan mawaddah dan menjadikannya sebagai upah risalah adalah merupakan jalan (dzari'ah/wasilah/sebab) untuk mengarahkan umat kepada mereka alaihimussalam, karena mereka adalah al-marjaiyyah al-ilmiyyah (rujukan dalam ilmu).

Dengan demikian, maka al-mawaddah al-mafrudhah (mawaddah yang diwajibkan) sebagai upah risalah bukanlah sesuatu selain dakwah agama berkaitan dengan kelangsungan dan kelanjutannya. *** 

(Diterjemahkan oleh Zuriah Nir Ishmah dari kitab Tafsir Al-Mizan)

Wed, 13 Jan 2021 @15:29

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved