Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Riwayat Ibnu Atsir, Historis dan Ahistoris

image

Tulisan ini sebagai respons atas beredarnya artikel dari Muhammad Babul Ulum yang menyatakan Sri Baduga dalam karya Ibnu Atsir sebagai orang Nusantara disebut sahabat Nabi Muhammad Saw. Menurut Babul Ulum kata سرباتك dibaca Sri Baduga. Sedangkan yang lain membacanya Sarbatak yang sesuai dengan riwayat disebut malik al-Hind, yang berkaitan dengan area India bukan Nusantara. Mas Rizzi menyorotinya dengan catatan berikut:

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa Ali Sayyidina Muhammad wa 'ajjil farajahum...

Mohon izin asatidz, saya ingin share perspektif baru dari Mas RZ, salah satu peserta LPII, tentang kisah Sarbatak atau Sri Baduga. Berdasarkan paper ilmiah lain dan analisisnya, ia cendrung menyimpulkan kisah tersebut adalah legenda yang masuk dalam sumber-sumber Arab. Legenda yang kebenarannya bercampur antara sisi historis dan ahistoris. Ini saya copas komentar Mas RZ.

Komentar pertama

Kemungkinannya, legenda ini bermula sewaktu Raja Chera masuk Islam di tahun 1122. Masjid Cheraman ini memegang peranan penting penyebaran Islam di sana.

Di tahap pertama, berkembang cerita bahwa masjid ini didirikan oleh Shahabah Nabi, Malik b. Dinar. Lalu, berkembang cerita bahwa ada raja India yang pergi ke Arab, bertemu dengan Nabi, masuk Islam dan mengubah namanya, lalu meninggal dunia di sana.

Di tahap selanjutnya, cerita tentang waktu masuk Islam-nya Raja Chera bercampur dengan cerita raja India yang ke Arab menghasilkan cerita baru: raja India berumur panjang. Riwayat ini sudah beredar di masa Ibnu Atsir sehingga dia memasukkannya ke dalam kitabnya.

Komentar kedua

Yup, klaim-klaim fantastis seperti seseorang yang berumur 950 tahun memang perlu ada skeptisisme jangan-jangan ini legenda.

Bisa jadi juga saat Raja Chera masuk Islam, legenda raja India ke Arab dan legenda pembangunan Masjid Cheraman sudah ada. Jadi, untuk glorifikasi si raja atau turunannya, muncullah cerita seakan dia sudah masuk Islam sejak zaman Nabi.

Kaya antum lupa aja gimana klaim Asia Selatan ini bisa fantastis, misalnya dalam hal keturunan dan genetis.

Komentar ketiga

Saya masih ragu dengan historisitas ada raja India yang ke Hijaz di zaman Nabi dan meninggal di sana. Salah satu indikatornya adalah tidak populernya cerita ini.

Jika ada sisi historis cerita ini, para muslim mungkin sudah mengangkat-angkat cerita ini sebagai cerita bagaimana hidayah datang ke seorang raja dan demi itu dia berjalan jauh bertemu Nabi. Cerita Salman yang berasal dari Persia aja diangkat segitunya padahal bukan raja. Selain itu, di paper yang saya share di atas dibahas bagaimana cerita tersebut lebih mungkin ahistoris.

Ini paper yang dirujuk ( http://www.heritageuniversityofkerala.com/JournalPDF/Volume4/28.pdf ). Karya dosen di Universitas Kerala, India.

Memang di India ada fakta historis Raja Chera masuk Islam pada tahun 1122 M. Yang menarik, Ibnu al-Atsir (w. 630 H/1233 M) mengutip kisah itu dari sumber yang lebih tua yaitu kitab Dzail Ma'rifah al-Shahabah karya Abu Musa al-Madini (501-581 H/1107-1185 M).

Jadi ada kemungkinan “legenda” ini masuk ke dalam sumber Arab tepat pada tahun masuk Islamnya Raja Chera, 1122 M. Atau setidaknya mendekati tahun tersebut.☺️🙏🏻

*** 

Tue, 26 Jan 2021 @11:18

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved