Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Kisah Doa Tak Terkabul karena Tidak Baca Shalawat Nabi

image

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan perintah dari Allah SWt. Tak hanya bagi manusia yang beriman, para malaikat juga diperintahkan untuk bershalawat kepada Nabi SAW. Selain sebagai refleksi atas kecintaan terhadap Rasulullah SAW, membaca shawalat juga memohon keberkahan dan ampunan serta mengharap syafaat di hari akhir nanti.

  اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (QS. Al Ahzab: 56).

 Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan berkaitan dengan ayat tersebut, Imam Bukhari mengatakan yang dimaksud dengan shalawat dari Allah ialah pujian-Nya kepada Nabi Saw di kalangan para malaikat, dan salawat dari para malaikat ialah doa mereka untuknya. 

Banyak keutamaan yang akan diperoleh Muslim jika selalu bershalawat terutama di hari Jumat. Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

 “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti” (HR. Baihaqi).

 Shalawat ternyata menjadi pintu dikabulkannya doa seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ

Fadhalah bin Ubaid seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata: Rasulullah shallallahu waalaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya dan tidak mengagungkan Allah taala serta tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Orang ini telah terburu-buru."

Kemudian beliau memanggilnya dan berkata kepadanya atau kepada orang lain: "Apabila salah seorang di antara kalian melakukan shalat maka hendaknya memulai dengan mengagungkan Tuhannya yang Maha Agung dan Perkasa, serta dengan memuji kepadaNya, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam kemudian berdoa setelah itu dengan apa yang ia kehendaki." (HR. Abu Daud).

Dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ خَطئ طَرِيقَ الْجَنَّةِ". Artinya: “Barang siapa yang lupa membaca shalawat untukku, berarti ia menyimpang dari jalan ke surga.”

Ulama lainnya berpendapat bahwa dalam suatu majelis diwajibkan membaca salawat untuk Nabi Saw sekali, kemudian yang selanjutnya tidak diwajibkan lagi melainkan hanya sunat. Demikianlah menurut apa yang dinukil oleh Imam Turmuzi.

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi Saw telah bersabda: Tidaklah suatu kaum duduk di suatu mejelis tanpa menyebut nama Allah padanya dan juga tanpa mengucapkan salawat untuk nabi mereka melainkan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka di hari kiamat. Jika Allah menghendaki untuk mengazab mereka, Dia akan mengazab mereka; dan jika Dia menghendaki memberikan ampunan kepada mereka, Dia akan memberikan ampunan kepada mereka. Imam Ahmad meriwayatkannya dari Hajjaj dan Yazid ibnu Harun, keduanya dari Ibnu Abu Zib, dari Saleh maula At-Tauamah, dari Abu Hurairah secara marfu dengan lafaz yang semisal. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan. *** 

Sumber https://jateng.inews.id/berita/kisah-doa-tak-terkabul-karena-tidak-baca-shalawat-nabi/2


Tue, 9 Feb 2021 @09:20

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved