Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Kang Jalal dan Mustadhafin [by Hartawan Hari Permadi]

image

 

Dua tahun lalu kami sekeluarga datang ke sekolah SMP Plus Muthahhari. Lokasinya jauh di luar kota Bandung. Di daerah pedesaan Rancaekek. Saat itu sedang mencari-cari sekolah SMP buat anak perempuan sulung kami. Sambil liburan menjelajah sekolah-sekolah yang ada di Bandung. 

Setelah menempuh perjalanan jauh, sampailah kami di sekolah dengan bangunan sangat sederhana. Disambut beberapa siswi usai jam belajar. Mereka menyapa dan menghampiri kami dengan senyum hangat. Bersalaman dan cium tangan dengan ta'zhim. Terlihat wajah-wajah riang saat kami ajak ngobrol bersama.
Teringat sosok Kang Jalal yang selalu menundukkan posisi badannya jika bersalaman dengan orang lain. Sebagai bentuk penghormatan. Terwarisi pada anaknya, Ustadz Miftah F. Rakhmat yang ingin selalu mendahului membungkukan badan ketika bersalaman.
Anak-anak itu mengaku sangat betah di sana. Hanya awal-awal merasa rindu rumah dan keluarga di Jakarta. Setelahnya mereka menikmati kebersamaan bersama teman-teman dan ibu-ibu asrama di sana. Tempat tinggal atau asrama mereka ini seperti rumah warga desa di situ. Menyatu dengan masyarakat setempat. 
Sekolah ini sedari awal didirikan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu. Menurut kepala sekolah, sesibuk apapun jadwal Kang Jalal, pasti menyempatkan datang ke sini. Bertemu dengan anak-anak didiknya. Sekolah ini jadi salah bukti keberpihakan Kang Jalal pada kaum mustadhafin. Tak berhenti pada tulisan-tulisan yang tersebar di buku-bukunya yang best seller itu. 2/3 ayat al-Qur'an adalah ibadah sosial. Sisanya berisi ibadah-ibadah ritual. Begitu kutipan buku Islam Alternatif.

Teks-teks agama yang mengutamakan ibadah sosial ketimbang ibadah ritual, tersebar dalam banyak tulisan beliau. Inilah kutipan kisah yang saya masih ingat betul. Sebelum melepas pasukan perang, Baginda Nabi Saw berkata pada mereka “kemenangan kalian bergantung pada doa-doa mereka”. Baginda Nabi Saw menunjuk kaum fuqara' wal masakin (fakir dan miskin). Doa-doa mereka melintas batas menembus langit. Hingga diijabah Allah Swt. 
Kang Jalal menjalani betul pemuliaan kaum mustadh'afin ini. Dan, di sekolah SMP Muthahahari Rancakek inilah, beliau membuktikannya. Kata Baginda Nabi Saw, barangsiapa memuliakan anak yatim-piatu, fuqara' wal masakin, akan bersama denganku di surga. Kang Jalal seperti ingin menjalankan betul pesan Nabi tercinta Saw. Cita-cita itu tercapai.
Kang Jalal dan istri dimakamkan berdekatan dengan sekolah bagi kaum tak mampu yang didirikannya. Jariah yang akan terus mengalir. Dengan bekal inilah, Kang Jalal membuktikan cinta dan pengabdian pada kemanusiaan. ***

Hartawan Hari Permadi adalah Former Corporate Social Responsibility RCTI

 

 

Mon, 22 Feb 2021 @08:16

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved