Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Cahaya di Makam Ustadz Jalal

image

Cahaya itu belok, bekerja tidak seperti hukum alamiahnya, agar dapat berpedar tepat di pusara allahyarham Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Subhanallah, inilah satu di antara beberapa "karomah" yang muncul di seputar kepergian almarhum.

Di antara "karomah" lainnya adalah makam ini tidak sepi pengunjung siang dan malam, bahkan saat photo ini diambil pada hari Ahad pukul 13.36, tidak kurang dari 400 orang pencinta berziarah dari berbagai penjuru negeri sehari itu. Adik kandung almarhum, H Dedi, yang tinggal di kampung Sangiang Rancaekek, tempat almarhum dimakamkan, sampai tak kuat menahan haru: "Makam ini tak pernah berhenti dikunjungi, siang dan malam. Sampai warga sini bingung siapa sebenarnya Ustadz Jalal ini?"

Di antara "karomah" lainnya adalah bahwa satu demi satu murid-murid terkasih Ustadz Jalal bermimpi didatangi Maha Guru. Disapa dalam fragmen berbeda. Yang semuanya indah.

Ada yang mimpi almarhum tersenyum lebar dalam wajah berseri. Ada yang mimpi tengah sungkem sambil mencium tangan almarhum. Ada yang mimpi almarhum datang ke rumah salah satu murid, berucap terima kasih atas bantuan yang si murid berikan selama ini.

Dan di antara hal yang paling menakjubkan di seputar kematian Ustadz Jalal adalah bahwa beliau telah menyerahkan "legacy" kepemimpinannya kepada putera terkasihanya, Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat, secara "ruhaniah." 

Di malam terkahir sebelum Ustadz Jalal wafat, beredar kabar Ustadz Miftah datang ke Mesjid Al-Munawwarah dan membagi-bagikan bingkisan tahlil Mamah Euis Kartini malam yang ke-3. Padahal sejatinya Ustadz Miftah masih terbaring di Rumah Sakit.

Ayah saya sampai bertanya, "Ari Ustadz Miftah tos uih? Saurna tadi aya di mesjid bagi-bagikeun bingkisan. (Apakah Ustadz Miftah sudah pulang dari RS? Kata jamaah tadi Ustadz Miftah yang bagi-bagi bingkisan tahlil)."

Subhanallah.

Bagi saya yang menangis mendengar kabar tersebut dari apa? Ini adalah pertanda tongkat kepemimpinan yang berpindah. Bahwa sang putera telah siap menjadi pundak harapan sepeninggal Maha Guru.

Mungkin di antara saudara bertanya mengapa semua kemuliaan ini terjadi sepeninggal almarhum? Bagi saya yang menyaksikan keseharian amal, ketinggian ilmu, dan keluhuran adab almarhum sejak usia delapan tahun, kemuliaan-kemuliaan ini adalah semata karena Rahmat-Nya. Cinta berbalas Cinta. Karena Tuhan tahu jika Ustadz Jalal tak ingin bersandar dengan segala amalnya, almarhum selalu ingin bergantung kepada Rahmat-Nya. Rendah hati dalam keluasan pengetahuannya.

Cinta berbalas Cinta. Ustadz Jalal adalah pencinta yang berharap saat kematiannya adalah masa berkumpul dengan yang ia cintai. Betapa dalam cintanya kepada Rasulullah SAW, betapa indah cintanya kepada ahlul bait Rasulullah SAW, dan betapa dalam cintanya kepada para pencinta ilmu. Para pembela mustad'afin (Orang-orang yang tertindas). Para syuhada, para shaalihiin, dan semua yang ikhlas dalam beramal kebajikan.

Yang kedua, sebab kemuliaan-kemuliaan ini di seputar kematian Ustadz Jalal, boleh jadi karena Ustadz Jalal kini sedang mendapatkan "jackpot" pahala dari orang-orang yang mendoakan buruk sebakda kematiannya. Mereka yang sangat dalam kebenciannya. Yang akalnya tergadai oleh permusuhan, yang nuraninya terjual oleh amarah. Mereka ini orang-orang yang "bangkrut" kata Rasulullah SAW, mereka merasa diri mulia dan bangga dengan amal-amal shalihnya, padahal di akhirat nanti satu per satu amal-amal itu dialihkan kepada orang-orang yang telah ia zalimi. Dialihkan kepada orang-orang yang mereka caci maki, orang-orang yang mereka rendahkan, dan mereka perlakukan dengan semena-mena.

Semoga Allah melindungi kita semua dari penyakit iri dan dengki. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang yang "beruntung" di dunia dan akhirat nanti, bukan golongan orang-orang yang "bangkrut" karena sombong dengan amalnya. Wallahu a'lam. Lahul Fatihah. ***

Ditulis oleh Dedi Priadi 


Wed, 24 Feb 2021 @15:39

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved