Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Az Bayn Guzast [by Kholid Al-Walid]

image
Az Bayn Guzast. Kata-kata tersebut adalah ekspresi dalam bahasa Persia untuk menggambarkan bahwa seseorang yang sebelumnya bersama kita, bercengkrama dengan kita, kini menjadi masa lalu sebagai sebuah kenangan.
Ekspresi itu persis untuk melukiskan keadaan saat  ini ketika sahabat, saudara, guru, murid, orang tua, adik, kakak, pasangan bahkan anak tiba-tiba menjadi bagian masa lalu. Pergi direnggut oleh keganasan Covid, menyisakan fragmen-fragmen yang bermain di sudut benak kita.
Awan kelabu seakan masih ingin terus menggelayuti permukaan bumi, kesedihan demi kesedihan silih berganti menerpa hati, duka cita belum sampai diujung tepi,  rantai kematian masih terus terulur tanpa tahu dikisaran mana terhenti. 
Kita hanya meraba rahasia apa yang tengah disembunyikan langit. Apakah ini semua karena perilaku jelek kita dan Tuhan marah karenanya sehingga Tuhan tengah menghukum kita? Apakah ini ujian agar kita mau sejenak tafakur, merunduk, memikirkan kembali makna hidup ini ? Apakah Tuhan ingin mengabarkan kuasa-Nya dan menghempaskan kepongahan manusia yang telah berbangga atas gapaian tekhnologi dan kedigdayaan akal di masa ini yang manusia merasa telah membangun peradaban dan tiba-tiba semua seperti lumpuh tak berdaya dihadapan makhluk Tuhan yang sangat halus dan tak berarti. Entahlah kunci jawabannya hanya ada di Arsyi Tuhan.
Kebersamaan yang indah bersama sahabat dan orang yang kita cintai kini menjadi permata yang mahal, mengantar anak ke gerbang sekolah dan lambaian tangannya kini hanya sebuah kerinduan, kini kita menjaga jarak dan semakin berjarak. 
Semua fragmen keindahan itu saat ini Az Bayn GuzastKini suara sirine ambulance seperti musik memenuhi jalan-jalan, berita kematian setiap saat tertulis di group-group whatsapp kita. Sayap-sayap kematian mengepak di atas ubun-ubun, pedangnya berkelebatan menebas satu persatu di antara kita. begitu dekatnya dirinya dengan kita saat ini, entah di tikungan waktu yang mana kita akan pupus.
Ya kitapun harus bersiap mengemas amal-amal kita, menyiapkan diri dan orang terkasih jika pedang malaikat maut terhunus ke dada kita.
Saya tak hendak menambah kemuraman diwaktu ini tapi inilah saatnya jika kita ingin merajut kebaikan, ketika nafas kita masih terasa lega. Saat ini di sekitar kita ada hati yang nelongso karena tiba-tiba harus berpisah dengan orang yang dikasihinya saatnyalah kita menghibur dan membesarkan hatinya, ada yang terhempas hidupnya karena tiba-tiba dirumahkan sedangkan istri dan anaknya hanya bergantung hidup padanya, lidah mereka kelu karena malu untuk mendatangi kita tapi kita masih bisa datang untuk berbagi sedikit kebutuhan pokok baginya. Mungkin ada sahabat kita yang kini terbaring dengan nafas tersengal di antara hidup dan mati, kesempatan kita menyebut namanya dalam untaian doa-doa kita dengan harapan do'a kita menjadi energi baginya untuk berjuang melawan sakitnya. Ingatlah kata-kata Nabi Saw "Bukanlah golonganku orang yang tidak mementingkan kesulitan saudaranya"
Kita masih hidup kita masih bisa berbuat, kita masih diberikan kesempatan untuk menumpuk kebaikan maka tak ada salahnya kita berjuang lebih keras berkhidmat kepada sesama makhluk Tuhan karena ada masanya kitapun menjadi bagian Az Bayn Guzast. *** (Kholid Al-Walid adalah dosen STFI Jakarta)

Wed, 7 Jul 2021 @14:50

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved