Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Hayya ala Khayril Amal dalam Azan

image

Muncul tuduhan bahwa orang-orang Muslim Syiah menambahkan dalam azannya: Hayya ‘ala khayril ‘amal. Ucapan itu tidak diajarkan Nabi Muhammad saw dan termasuk bid’ah. Hayya ‘ala khayril  ‘amal bukan tambahan, tetapi kalimat yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Kemudian dihilangkan oleh salah satu mazhab dalam Islam. Syiah mempertahankan sunnah Nabi Muhammad saw dan menjadikannya sebagai syi’ar mazhabnya.

Perhatikan dalil-dalil ini: Azan yang dipraktekkan oleh Ahlussunnah, tanpa Hayya ‘ala Khayril ‘Amal diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibn Majah, dan Al-Turmudzi. Dikisahkan bahwa  kalimat-kalimat azan itu diperoleh melalui mimpi (Abdullah bin Zaid, atau Umar bin Khattab atau empat belas sahabat lainnya dengan riwayat yang saling bertentangan).

Selain semua sanadnya ada saja mengandung kelemahan(majhul, dha’if, munkar, munqathi’ dan sebagainya), penetapan syariat melalui mimpi sahabat adalah kemusykilan yang besar. Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari  2: 62 menulis, “Sesungguhnya  sulit  menerima  penetapan  hukum  lewat mimpi Abdullah bin Zaid karena mimpi selain Nabi saw tidak bisa menjadi dasar syara.”[1]

Berikut ini hadis-hadis tentang Hayya ‘ala  Khayril ‘amal melalui Abdullah bin Umar,  Sahl  bin  Hunayf,  Bilal,  Abu  Mahdzurah,  ibn Abi Mahdzurah, Zaid bin Arqam.

Dari Nafi’, ia berkata: Ibnu ‘Umar kadang-kadang setelah membaca  Hayya  ‘Alal  Falah  di belakangnya ia membaca Hayya  ‘ala  khayril  amal (Sunan  al-Baiyhaqi 1: 624, hadis no 1991).

Dari Laits  bin  Sa’ad  dari  Nafi’: Ibnu Umar tidak pernah  berazan  dalam  safarnya.  Kadang-kadang setelah Hayya ‘alal  Falah  ia  mengucapkan Hayya ‘ala  khayril ‘Amal (Sunan  al-Baiyhaqi 1: 624, hadis no 1991).

Al-Baihaqi  meriwayatkan  hadis  tentang  Hayya  ‘Ala Khayril ‘Amal  dalam  azan  dari  Abu  Umamah, dari  Sahl bin Hunayf (Sunan Al-Baihaqi 1: 425).

Ibn Al-Wazir, dari Al-Muhibb al-Thabari al-Syafi’i dalam kitabnya Ihkam al-Ahkam, menulis, “Sebutan  Hayya  ‘ala  Khayril  ‘Amal berasal dari  hadis  Shadaqah  bin  Yasar,  Abu  Umamah, Sahl  bin  Hunayf;  jika  ia  berazan  ia  mengucapkan  Hayya ‘Ala  Khayril  ‘Amal. Dikeluarkan  dari  Sa’id  bin  Manshur (Mabadi al-Fiqh al-Islami, halaman 38).

Dari  Abdullah  bin  Muhammad  bin  Ammar, … dan seterusnya dari  Bilal:  Bilal  berazan  pada  waktu subuh  dengan  mengucapkan Hayya  ‘Ala  Khayril ‘Amal. Kemudian  Nabi  saw  memerintahkan  Bilal  untuk menggantinya dengan Ash-Shalatu  khayrun min al-Nawm, sebagai  pengganti  Hayya  ‘ala  khayril  ‘Amal  (Majm’ al-Zawaid  1: 330, dari Al-Thabrani dalam Al-Kabir; Mushannaf  Abd  al-Razaq  1: 460  hadis  1787;  Sunan  al-Baihaqi 1: 625 hadis 1994; Muntakhab al-Kanz hamisy Musnad Ahmad 3: 286). 

Jelas Ash-Shalatu  khayrun min al-Nawm ditambahkan para ahli hadis (mudraj) karena Ash-Shalatu khayr min al-Nawm  ditambahkan puluhan  tahun setelah Nabi saw meninggal dunia (Muwaththa  Malik  46; Sunan  al-Daruquthni,  Mushannaf  Abd  al-Razaaq  1: 474, 475; Muntakhab al-Kanz 3:278).

Di situ disebutkan bahwa ‘Al-Salatu  khayr  min  al-Nawm  itu  bid’ah,  begitu menurut Al-Turmudzi dan Abu Dawud dan lain-lain). Muhammad  bin Manshur dalam  kitabnya Al-Jami’ dengan isnad dari orang-orang yang disukainya dari Abu Mahdzurah, salah seorang  muadzin  Rasulullah  saw. Ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan aku mengucapkan dalam azan Hayya ‘ala Khayril ‘Amal.

Dalam riwayat dari Abdul Aziz bin Rafi’ dari Abu Mahdzurah, ia berkata: ketika aku kecil, berkata kepadaku Nabi Muhammad saw: Jadikan akhir azanmu Hayya ‘ala Khayril ‘Amal (Al-Bahr al-Zukhar 2: 192; Mizan al-I’tidal 1: 139; Lisan al-Mizan 1: 268).

Diriwayatkan bahwa Zaid bin Arqam mengucapkan dalam azan Hayya ‘ala Khayr al-’amal (al-Imam al-Shadiq wa al-Madzahib al-Arba’ah 5: 283).

Di samping hadis di atas, ada banyak lagi hadis tentang  Hayya  ‘ala  Khayr  al-‘amal  dari sahabat-sahabat lainnya:  Ali  bin  Abi  Thalib, Abu Rafi’, ‘Aqil bin Abi Thalib, Al-Hasan bin ‘Ali, Al-Husayn bin ‘Ali, Abdullah bin  ‘Abbas,  ‘Abdullah  bin  ‘Umar,  Jabir  bin  Abdillah, Abdullah bin  Ja’far,  Anas  bin  Malik,  Ali  bin  al-Husayn, Zaid  bin  Ali,  dan  lain-lain (baca  pengucapan Hayya ‘Ala  Khayr  al-‘amal  sepanjang sejarah Islam pada karya Ali al-Syahristani, Al-Adzan bayn al-Ishalah wa al-Tahrif.[2]

Dengan penelitian yang mendalam, Anda akan segera tahu bahwa Hayya ‘ala Khayr al-‘amal adalah sunah Rasulullah Saw yang dijalankan oleh kaum Muslim, terutama pengikut Ahlulbait. Sementara itu, tidak dicantumkannya Hayya ‘ala Khayr al-‘amal dalam azan bukan saja  pengabaian akan sunah, tetapi juga bid’ah itu sendiri. ***



[1] Lihat Kemusykilan Azan pada buku Al-Mushthafa karya Jalaluddin  Rakhmat,  halaman 87.

[2] Ali al-Syahristani, Al-Adzan bayn al-Ishalah wa al-Tahrif  (Beirut: Muassasah al-A’lami, 2004).

 

Wed, 8 Sep 2021 @14:07

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved